Main Menu

Moon Jae In: Kembali Menjadi Satu

Mukhlison S Widodo
21-09-2018 05:29


Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in berbicara saat konferensi pers di Seoul, Korea Selatan, 20 September 2018. (REUTERS / Kim Hong-Ji/RT)

Pyongyang, Gatra.com - Moon Jae In menjadi pemimpin pertama dari Presiden Korea Selatan yang berpidato di Korea Utara kepada seluruh masyarakat di acara Pyongyang pada Rabu (19/09).

 

Pada pidato yang berlangsung selama tujuh menit, Ia mengatakan bahwa kedua Korea harus kembali bersatu seperti sebelum berperang. Ia juga melakukan kunjungan tiga hari ke Pyongyang di mana dia menandatangani perjanjian penting dengan Kim Jong-un.

Ribuan masyarakat turut ambil bagian dalam melalukan seni tari dan gymanastic,  dimana menceritakan mengenai sejarah dan mitos yang ada di Korea. Pemerintah juga menggelar Arirang Games, sebuah acara propaganda terbesar di Pyongyang. Perayaan ini diadakan, karena pada tahun ini mereka merayakan 70 tahun Korea Utara.

“Saya mengharapkan bahwa kita harus benar-benar mengakhiri 70 tahun perselisihan dan mengambil langkah besar perdamaian untuk menjadi satu lagi," ungkap Moon dalam pidatonya dikutip dari BBC. Selain itu juga dalam pidatonya ia mengungkapkan mengenai nuklir akan dihapus secara permanen.

The Arirang Games, yang tidak sempat diselenggarakan selama beberapa tahun, adalah bagian penting dari propaganda domestik Korea Utara dimana menekankan keseragaman, sejarah bersama dan status yang hampir ilahi dari kepemimpinan disini.

Seorang dari Forum Pasifik mengatakan kepada BBC, Andray Abrahamian, suasana dalam acara tersebut sangat emosional dan sudah terlihat jelas disesuaikan dengan masyarakat Korea Utara.

Dalam langkah yang sangat simbolis, para pemimpin dari kedua Korea melakukan kunjungan ke Gunung Paektu untuk mengakhiri pertemuan tiga hari. Gunung tersebut merupakan tempat mitologi dan lagu kebangsaan Korea Selatan serta berbagai propaganda Korea Utara.

Sebelumnya kedatangan Moon Jae In dengan memberikan salam 90 derajat pada saat di bandara memicu komentar dari masyarakat di Korea Utara. Dengan memberikan salam tersebut membuat dampak yang mendalam untuk warga Korea Utara. 


Reporter: YSS
Editor: Mukhlison

Mukhlison S Widodo
21-09-2018 05:29