Main Menu

Najib Dituduh Melakukan Pencucian Uang Dan Penyalahgunaan Kekuasaan

Bernadetta Febriana
21-09-2018 06:48

Mantan Perdana Menteri Najib Razak (Reuters/yus4)

Kuala Kumour, Gatra.com - Jaksa Malaysia mendakwa mantan Perdana Menteri Najib Razak dengan 21 kasus tuduhan pencucian uang dan empat dakwaan penyalahgunaan kekuasaan pada hari Kamis (20/9) atas ratusan juta dolar yang diterima di rekening bank pribadinya.

 
Dakwaan tersebut menambah jumlah kasus Najib menjadi 32 kasus. Para penyelidik kini sedang mengarahkan penyelidikan bagaimana miliaran dolar hilang dari skandal 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

 
Najib membantah semua dakwaan, yang telah menantinya sejak ia kalah dalam pemilihan umum Mei lalu dari Mahathir Mohamad, yang membuka kembali penyelidikan 1MDB.

 
Jaksa penuntut, mengatakan Najib menyalahgunakan kekuasaaannya sebagai perdana menteri, menteri keuangan dan sekaligus pimpinan 1MDB untuk mendapatkan dana sebesar 2,3 miliar ringgit (atau sekitar US $ 556,23 juta) antara tahun 2011 dan 2014.

 
Tuduhan pencucian uang ini menggambarkan bagaimana Najib menerima 2,1 miliar ringgit dari Tanore Finance Corp, yang dikatakan oleh otoritas AS telah digunakan untuk menyedot uang dari 1MDB.

 
"Tuduhan yang dibuat hari ini akan saya gunakan untuk membersihkan nama saya, bahwa saya bukan pencuri," kata Najib kepada wartawan seperti yang dikutip dari laman berita Reuters. 

 
Najib dibebaskan setelah hakim menetapkan uang jaminan sebesar 3,5 juta ringgit ($ 846.430), yang akan dibayarkan pada 28 September ini. 

 
Jaksa mengatakan kasus Najib adalah “aib nasional" bagi seorang kepala negara untuk menghadapi dakwaan seperti itu. 

 
“Ini adalah kasus yang melibatkan seseorang yang memegang jabatan tertinggi di negara ini. Dengan tuduhan serius seperti itu, ia harusnya tahu bagaimana konsekuensi di mata pengadilan, ”kata jaksa agung Gopal Sri Ram, yang menuntut uang jaminan Najib harusnya lebih besar, yakni 5 juta ringgit.


Reporter : CH

Editor : Bernadetta Febriana

Bernadetta Febriana
21-09-2018 06:48