Main Menu

Imam Krimea Rusia Kutuk ISIS dan Perkawinan Sekelamin

Nur Hidayat
02-10-2015 12:58

Imam mesjid Ruslan Bai (kiri) bersama koresponden GATRAnews (GATRAnews/Svet Zakharov)

Mezhvodnoye, Krimea, GATRAnews - Seperti sekitar 20 juta muslim Rusia lain, sekitar 300.000 umat Islam Krimea merayakan hari raya Idul Adha,  di Rusia disebut Kurban Bairam. Di Krimea, tempat bermukimnya bangsa Tartar saat ini terdapat 300 mesjid baik yang direnovasi, maupun yang dibangun belakangan ini.

 

Koresponden GATRA di Moskow, Svet Zakharov, menyaksikan Hari Raya Kurban itu di mesjid yang selesai dibangun bersama minaret tahun 2014, di kampung Mezvodnoye di tepi pantai Laut Hitam, 70 kilometer dari kota Evpatoria, tempat peristirahatan warga Rusia yang terkenal semenjak zaman Uni Sovyet.

 

Kurang lebih dari seratus muslimin Tartar Krimea mendatangi mesjid baru tersebut. Di kampung berpenduduk lebih dari seribu lima ratus orang itu terdapat sekitar 150 keluarga muslimin yang bergabung dalam komunitas tersendiri.

 

Dulu, menurut seorang muslimin kampung Ismet, untuk salat Iedul Adha mereka  terpaksa pergi ke kampung Vodopoynoye yang letaknya 12 kilometer.

 

Setelah azan berkumandang melalui pengeras suara ke seluruh pelosok kampung, Imam mesjid Ruslan Bai berhotbah dalam bahasa Tartar Krimea dan bahasa Arab. Ruslan, pertama-tama mengucapkan kepada hadirin selamat hari raya Kurban Bairam. Ruslan menguraikan secara mendetail sejarah lahirnya hari raya Kurban Bairam, serta syarat syarat hewan kurban.

 

Imam juga mengatakan agar muslimin kampung mengunjungi kuburan nenek-moyangnya, bertamu kepada orang tua dan kaum kerabat. Imam menitik beratkan, bahwa kaum muslimin harus mengikuti anjuran Al Quran, hidup damai tidak saja dengan saudara seagamanya, tetapi dengan penganut agama lainnya, membantu satu sama lainnya, mengikuti sunnah dan memuliakan Allah.

 

Selesai hotbah di halaman mesjid, dibawah pohon rindang, Imam melaksanakan upacara pengorbanan seekor domba yang disediakan kepada umat kampung oleh seseorang usahawan ber nama Ali yang memelihara domba.

 

Daging domba oleh kepala umat di kampung itu, Yusuf Emirasanov, dibagi-bagi-bagikan kepada mereka yang penghasilannya kurang. Tidak saja berbangsa Tartar Krimea, tetapi juga kepada orang Rusia dan bangsa lain.

 

Menjawab Gatra, imam Ruslan mengatakan, bahwa semua penduduk “Mezhvodnoye” baik sebelum referendum sekitar dua tahun lalu maupun setelahnya tetap hidup aman tentram dan sekarang merasa gembira. Apalagi setelah kampung mereka miliki mesjid sendiri yang dibuka dua tahun lalu.

 

Ruslan menuduh pemutarbalikan ajaran Islam, seperti dilaksanakan oleh kaum teroris ISIS dan kaum wahabi. Imam Ruslan bersikap sangat negatif juga terhadap bejatnya moral di Barat, antara lain dengan idzin perkawinan sekelamin.

 

Iman menyatakan rasa puas, bahwa dewasa ini di Rusia Islam berkembang dengan bebas. Adalah menarik, bahwa mesjid yang baru di Mezvodnoye mulai dibangun lima tahun yang lalu atas prakarsa dan dan penduduk kampung itu sendiri.


Pembangunan Mesjid di Krimea 

Salah seorang perancang mesjid yang juga menjadi investor,  bersama dua sudaranya, pengusaha local kecil Nariman Sitabdiyev menceriterakan kepada Gatra, bahwa gaya arsitektur mesjid dan minaret sesuai dengan tradisi bangunan mesjid di Krimea.

 

Antara lain dengan gaya arstektur mesjid tertua dan istana khan di Bahcisarai ibu kota kerajaan Tartar Krimea abad ke-16. Sebagai bahan bangunan pokok digunakan batu dari kerang yang dipress alamiah. Keistimewaan batu kerang ini ialah: pada waktu musim panas di dalam mesjid adem, sedangkan di waktu musim dingin panas.

 

Selain ahli bangunan lokal, diundang juga para insinyur dari Turki. Nariman mencatat bahwa ornamen dinding dalam mesjid dari kayu dan ornamen dua buah permadani indah berwarna merah berukuran 12x18 juga terpilih tradisionil tartar Krimea dan disulam di Turki atas pesanan khusus.

 

Melihat warga kampung sudah mendanai banyak pembangunan mesjid di Mezhvodnoye itu, penguasa setempat ikut menyumbang. Nariman dengan rasa puas menceritakan, bahwa di Simeferopol, ibu kota Krimea, sudah dimulai pembangunan Mesjid Agung untuk empat ribu orang.

 

Sebagai penutup Nariman mengatakan, bahwa muslimin Krimea terharu dengan ucapan selamat Presiden Putin kepada umat muslim Rusia berkenaan hari raya Kurban Bairam.

"Keperkasaan Rusia multi nasional dan multi konfesional terletak dalam saling memperkaya kebudaanya, tradisi dan agama. Kami menghargai pernyataanya, bahwa Islam tradisionil adalah bagian integral kehidupan rohaniah negeri kita," kata Nariman.


Koresponden GATRA di Moskow: Svet Zakharov, (Mezhvodnoye, Krimea) 

Editor: Dani Hamdani 

Nur Hidayat
02-10-2015 12:58