Main Menu

Ini Deklarasi Para Mufti Rusia- Indonesia terhadap Radikalisme Islam

Nur Hidayat
08-10-2015 12:07

Konferensi Internasional ''Islam melawan ekstremisme'' di Moskow (GATRAnews/Svet Zakharov)

Moskow, GATRAnews - Konferensi internasional para tokoh muslimin “Agama Islam melawan ekstremisme” telah digelar di Kongres-Park Volynskoye di Moskow 5-6 Oktober 2015. Konferensi ini dihadiri banyak tokoh Islam ternama dari banyak negeri, termasuk dari Indonesia yang diwakili oleh Prof.Dr.M Din Syamsuddin, Ketua Dewan Pertimbangan MUI.

Keputusan untuk menggelar Konferensi ini telah diterima para anggota Kelompok Visi Strategis “Rusia- Dunia-Islam” atas prakarsa Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov. Sebagai moderator tampil Dr Veniamin Popov kordinator Kelompok Visi Strategis , Direktur Pusat partnership sivilisasi-sivilisasi Universitas MGIMO Kemlu Rusia.

Para peserta Konferensi telah menerima baik Deklarasi “Islam dan Terorisme” yang berbunyi sbb.

1. "Radikalisasi Islam" adalah konsekuensi pandangan yang memutar-balikkan prinsip Islam dan dalil-dalil pokoknya oleh "kejahilan massal". Situasi ini diperburuk oleh kekuatan-kekuatan luar yang berkepentingan agar terjadi ketidakstabilan fundamentil di dunia Islam yang akan berdampak pada diskreditasi ajaran melalui pengrusakan identititas rohaniah dan budaya setiap muslimin.

2. Proses destruktif ini dapat dihentikan hanya oleh dunia Islam sendiri dengan mengandalkan potensi diri yang perkasa. 

3. Islam yang bukan hanya agama, tetapi juga cara dan pandangan hidup, gagasan pokoknya ditujukan untuk harmonisasi hubungan dalam format "kepribadian-masjarakat-negara” dan dalam pada itu syarat yang integral adalah tercapainya harmonisasi.  

4. Rusia adalah negara sosial yang sistim nilainya tidak bertentangan dengan prioritas sosial muslimin. Dan bukti yang meyakinkan ialah Program se-Rusia tentang sosialisasi Islam yang dilaksanakan oleh Presiden Rusia yang ditujukan untuk mempertahankan nilai-nilai Islam sejati dalam melawan Islam Radikal.

5. Islam adalah agama yang berbentuk sistem di Rusia, agama yang dianut tradisional oleh kebanyakan penduduk aslinya. Rusia adalah suatu formasi bersejarah yang unik yang berabad-abad lamanya, negara–bangsa yang merupakan peleburan multikonfesional dan multibudaya banyak tradisi, termasuk tentunya Islam.

Presiden Vladimir Putin menegaskan, bahwa kesatuan rohaniah rakyat-rakyat di Rusia telah dibina dalam banyak hal berkat dialog berbagai budaya dan konfesi, sebab dasarnya ialah nilai-nilai rohaniah sama – keadilan, kenenaran, suka kerja, menghormati kaum kerabat, patritiosme dan cinta tanahair yang sama yang adalah “tunggal untuk semua”. Sebab karena muslimin Rusia tidak memisahkan dirinya dari umat sedunia maka karena itu adalah wajar masyarakat Rusia menanggapi dirinya dalam berbagai urusan kemasyarakatan dunia demi kesejahteraan dan kemakmurannya. 


Reporter: Svet Zakharov (Moskow)

Editor: Nur Hidayat

Nur Hidayat
08-10-2015 12:07