Main Menu

Insiden Penggeledahan Menteri Aljazair di Bandara, Prancis Minta Maaf

Dani Hamdani
20-10-2015 10:52

Hamid Grine Menteri Komunikasi Aljazair (dok algerie-focus.com)

Paris, GATRANews - Kementerian Luar Negeri Perancis akhirnya meminta maaf serta berjanji dan memastikan bahwa insiden penggeleahan menteri Aljazair tak akan terulang lagi. Permintaan maaf itu disampaikan sehari setelah Aljazair memanggil duta besar Prancis untuk menyampaikan protes.

 

Insiden penggeledahan Menteri Komunikasi Hamid Grine, yang memegang paspor diplomatik, terjadi di Bandara Orly.

 

Media cetak Aljazair, Liberte, melaporkan bahwa Grine sedang berada di ruang tamu ketika seorang diplomat Aljazair mengiriminya pesan dari polisi perbatasan dan memintanya menjalani penggeledahan.


Grine memiliki surat misi resmi dan paspor diplomatik, namun polisi perbatasan mengabaikan keberatan yang diajukan Grine dengan alasan mereka mesti mengikuti perintah.


Koran itu menambahkan bahwa penggeledahan berlangsung selama lima menit.

Harian Ennahar menyebut penggeledahan itu sebagai tindakan "kasar" dan mengatakan "kekasaran" harus "dibendung dari pihak-pihak di Prancis, yang ingin membuat krisis diplomatik" antara Alger dan Paris.

 

Kementerian Luar Negeri Aljazair mengecam perlakuan terhadap Menteri Grine sebagai sesuatu tidak dapat diterima dan menyebut insiden ini ketiga kalinya terjadi pada tingkat menteri.

Kasus sebelumnya dialami Menteri Perindustrian Abdeslam Bouchouareb dan Menteri Perumahan Abdelmadjid Tebboune.
 
 
Insiden itu mendapat tanggapan cepat dari Kementerian Luar Negeri Prancis yang mengaku sedang mengusahakan untuk menghindari perbuatan ceroboh serupa terjadi di kemudian hari.

 
"Kami bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri dan Manajemen Aeroports de Paris untuk memastikan insiden yang disesalkan ini tidak terjadi lagi," kata juru bicara kementerian, Romain Nadal, seperti dilaporkan Antara.
 

"Kami berkomitmen untuk memfasilitasi perjalanan para pejabat tinggi negara-negara asing di Prancis," katanya.


Hubungan Prancis dengan bekas jajahannya itu sebarnya kian membaik dalam beberapa tahun terakhir, baik di tingkat politik maupun ekonomi di bawah pemerintahan sosialis Presiden Francois Hollande.
 

Dalam insiden Maret 2014, Prancis juga dipermalukan dengan hal sama setelah Menteri Luar Negeri Maroko digeledah saat berjalan melalui Bandara Charles de Gaulle di utara Paris.


Saat itu, pejabat Prancis meminta maaf dan berjanji berkoordinasi dengan kementerian dalam negeri dan manajemen bandara dalam mematuhi aturan perjalanan diplomatik, demikian AFP.

Editor: Dani Hamdani  
Dani Hamdani
20-10-2015 10:52