Main Menu

Tuntutlah Ilmu hingga ke Polandia

Dani Hamdani
22-10-2015 14:16

Inagurasi di Universitas Teknologi Warsawa (GATRA/Carry Nadeak)

[quote width="auto" align="left|right|none" border="red" color="blue" title="Majalah GATRA"]Polandia membuka kesempatan bagi mahasiswa dari berbagai negara untuk belajar sains dan teknologi. Menawarkan kemajuan riset dan tradisi perkuliahan berusia ratusan tahun dan biaya kuliah yang lebih terjangkau daripada universitas di negara lain dengan bahasa pengantar Inggris.[/quote]


Warsawa, POlandia, GATRAnews - Dinginnya angin awal musim gugur tak menghalangi ratusan mahasiswa baru Universitas Teknologi Warsawa (WUT) untuk menghadiri acara inagurasi, 1 Oktober lalu. Hari itu, di seluruh perguruan tinggi di Polandia, digelar acara pembukaan masa perkuliahan baru. Semester pertama perkuliahan ini berlangsung hingga Februari tahun depan. 

 

GATRA mendapat undangan khusus dari WUT untuk menghadiri upacara inagurasi yang dipimpin Rektor WUT, Prof. Jan Szmidt. Dalam acara yang diselenggarakan di lobi utama kampus WUT itu, hadir pula seluruh civitas akademika WUT, dan hampir semua rektor dari seluruh perguruan tinggi Polandia. 

 

Tahun ini upacara inagurasi makin terasa istimewa karena WUT memasuki usia satu abad pada 15 November mendatang. Tanggal itu ditetapkan sebagai hari jadi WUT karena pada hari itu, seabad lalu, bahasa Polandia menjadi bahasa pengantar di perguruan tinggi ini, menggantikan bahasa Rusia.  

 

Salah satu bentuk perayaan hari jadi ke-100 tahun tersebut dilakukan dengan menempelkan poster 100 profesor WUT di pagar sekeliling kampus, lengkap dengan karya mereka masing-masing. Antara lain, Prof. Jan Czochralski, ahli kimia penemu proses produksi semikonduktor, Prof. Mieczyslaw Wolfke, ahli optik yang mengembangkan holografi, dan Prof. Mieczyslaw Bekker, yang ikut merancang kendaraan bulan untuk misi Apollo 15, 16, dan 17. 

 

Di antara para mahasiswa baru WUT dalam upacara inagurasi tadi, terlihat wajah yang berbeda dari warga Polandia. Mereka adalah mahasiswa asal India. ''India menjadi negara yang paling banyak menyekolahkan mahasiswanya di WUT,'' tutur Prof. Krzysztof Lewenstein, Wakil Rektor WUT untuk urusan akademis, kepada GATRA.  

 

Indonesia juga tak ketinggalan. Dalam tahun perkuliahan baru ini terdapat 26 mahasiswa asal Indonesia yang menuntut ilmu di berbagai universitas di Polandia, delapan di antaranya di WUT. Zumaro, pemuda asal Bangka-Belitung, adalah salah satu dari kedelapan mahasiswa tadi. ''Saya ke sini hendak belajar nuclear science,'' katanya. Namun, Zumaro belum langsung kuliah. Ia menjalani masa persiapan terlebih dulu, terutama belajar bahasa Polandia.  

 

Masa persiapan semacam itu, yang disebut foundation year, baru tahun ini diperkenalkan WUT. Pengelola WUT menilai program persiapan berdurasi 600 jam itu perlu dibuat untuk lebih menyiapkan para mahasiswa dari luar negeri. Pasalnya, berdasarkan data, banyak mahasiswa dari luar Polandia yang kesulitan beradaptasi dengan standar pendidikan di negara ini, khususnya untuk mata kuliah matematika, kimia, fisika, dan bahasa Inggris akademis. 

*** 

Lukasz Wojdyga Direktur CIC Polandia (GATRA/Carry Nadeak)
Lukasz Wojdyga Direktur CIC Polandia (GATRA/Carry Nadeak)

Sejak Kementerian Sains dan Pendidikan Tinggi Polandia meluncurkan program Internasionalisasi Pendidikan Tinggi pada Juni 2014, WUT termasuk universitas pertama yang merespons program tersebut. WUT mendirikan satu badan khusus yaitu Centre for International Cooperation (CIC) untuk mengelola para mahasiswa dari luar Polandia.  

 

CIC juga bertugas memperkuat kerja sama akademik dan sains dengan berbagai perguruan tinggi dan mitra industrial dari seluruh dunia. Juga, mempromosikan dan memfasilitasi proses internasionalisasi WUT sesuai dengan standar yang digariskan Uni Eropa. ''Kami mempromosikan seluruh fakultas yang menyediakan studi berbahasa Inggris,'' kata Lukasz Wojdyga, Direktur CIC. 

 

Sebanyak 13 dari 20 fakultas di WUT membuka program kuliah berbahasa Inggris untuk semua level pendidikan yaitu, S1 (BSc), S2 (MSc), dan S3 (PhD). Fakultas yang membuka program berbahasa Inggris di WUT antara lain, Arsitektur, Kimia, Teknik Sipil, Automotive and Construction Machinery Engineering, Electronics and Information Technology, Electrical Engineering, Environmental Engineering, Management, Mathematics and Information Science, Mechatronics, Physics, Power and Aeronautical Engineering, dan Production Engineering. 

 

Saat ini ada sekitar 1.500 mahasiswa internasional yang berasal dari 80 negara. Selain mahasiswa reguler (yang mendaftar secara pribadi), WUT juga menerima mahasiswa yang merupakan bagian dari program beasiswa Erasmus Mundus, Erasmus+ (khusus untuk Eropa), Athens (program studi jangka pendek), dan sejumlah program pertukaran mahasiswa seperti Interweave, yang di dalamnya terdapat Institut Teknologi 10 November (ITS) dan Institut Teknologi Bandung (ITB).  

 

Kesiapan WUT untuk menerima mahasiswa dari luar negeri tersebut terlihat di sejumlah fakultas yang dikunjungi GATRA. Beberapa dekan dan sejumlah dosen memiliki kemampuan berbahasa Inggris sangat baik. Sejumlah mahasiswa, baik yang sedang menempuh pendidikan S2 dan S3, maupun yang melakukan riset di beberapa laboratorium, juga mampu menyampaikan buah pikirannya dalam bahasa Inggris dengan baik.  

 

Selain kesiapan semacam itu, WUT juga menyiapkan hal lain untuk menyambut para mahasiswa dari luar negeri. Salah satunya adalah dengan menggandeng para mahasiswa tingkat dua untuk menjadi mentor bagi para mahasiswa asing ini. Mereka menemani para mahasiswa baru dari luar Polandia untuk beradaptasi dengan suasana perkuliahan di WUT, membantu proses pengurusan administrasi hingga mencarikan pemondokan.  

 

WUT menyediakan lebih dari 5.000 unit apartemen, yang tersebar di selusin asrama mahasiswa di Warsawa. Biaya pemondokan di sini di kisaran 100 euro. Jumlah pemondokan tersebut, seperti diakui Wojdyga, jauh dari cukup dan merupakan persoalan tersendiri bagi WUT. Membangun gedung asrama baru bukan perkara mudah di ibu kota Polandia ini, terutama karena harga tanah yang makin meroket. ''Satu-satunya kemungkinan adalah membangun asrama di pinggir kota,'' kata Wojdyga. 

 

*** 

Kampus Marie Curie

 

Marie Curie Penemu Radium dan Polonium (Neurope.eu)
Marie Curie Penemu Radium dan Polonium (Neurope.eu)

Mahasiswa Kimia dan Fisika pasti tak asing dengan Maria Skłodowska-Curie, perintis radiologi dan pemenang hadiah Nobel dua kali, yakni Fisika pada 1903 dan Kimia pada 1911. Ia mendirikan Curie Institute, bersama dengan suaminya, Pierre Curie. Marie tewas karena radiasi, ia menemukan dua unsur radioaktif, Radium dan Polonium.

 

Di kampus WUT inilah Marie Curie mengabdi. WUT memang memusatkan perhatian pada pengajaran dan riset di bidang sains dan teknologi. Terdapat 20 Fakultas Teknik dengan 36 bidang studi dan sebuah Sekolah Bisnis Internasional, yang berkaitan dengan manajemen sains dan teknologi.  

 

Kampus utama WUT terletak di jantung kota Warsawa, dibangun pada 1899. Di kota ini, WUT memiliki satu lagi kampus, yang berada di kawasan Mokotov. Kampus besar WUT lainnya ada di kota Plock, sekitar 100 kilometer arah barat laut Warsawa. Di kampus Plock terdapat Fakultas Teknik Sipil Mekanika dan Petrokimia, serta Kolese Ilmu Ekonomi dan Sosial. Di kedua kampus tersebut terdapat lebih dari 36.000 mahasiswa, yang 1.200 di antaranya adalah mahasiswa S3. 

 

Berdasarkan daftar peringkat perguruan tinggi yang dirilis majalah Perspektywy, yang menjadi pemeringkat perguruan tinggi terpercaya di Polandia, WUT adalah universitas teknologi nomor wahid di antara 21 universitas sejenis di negara ini. Predikat ini dipegang WUT sejak 2000 lalu. Di antara seluruh perguruan tinggi Polandia, yang berjumlah 467 (132 di antaranya adalah universitas negeri), WUT berada di peringkat empat. 


Sebagai universitas berbasis sains dan teknologi, WUT juga menjadi ladang subur bagi banyak riset, baik yang dalam level mahasiswa maupun yang sudah melembaga. Riset yang dilakukan di WUT banyak dipusatkan pada teknologi materi baru, teknologi kimia, elektronika dan ilmu komputer, penerbangan dan luar angkasa, biomedikal, photonik, sumber energi alternatif dan terbarukan, penghematan dan penyimpanan energi, serta lingkungan hidup. 

 

Di WUT terdapat 100 kelompok riset mahasiswa. Di antaranya PW-Sat, yang mengembangkan satelit. Prestasi PW-Sat cukup membanggakan karena satelit pertama Polandia berasal dari tempat ini, dan diluncurkan menuju orbit pada 2013. Kelompok riset lain adalah WUT Solar Boat, yang mengembangkan speed boat bertenaga sel surya, dan WUT Racing, yang mendesain dan membangun kendaraan roda empat. 


Selain itu, terdapat pula enam lembaga riset yaitu, Centre of Advanced Materials and Technologies (CEZAMAT), Centre of Preclinical Research and Technology (CePT), Research Centre for Energy & Environmental Engineering, Research Centre for Functional Materials, Research Centre for Aviation and Aerospace, dan Research Centre for Defence and Security.  


Lembaga-lembaga riset ini juga menjalin hubungan dengan banyak perusahaan besar, baik yang berasal dari Polandia maupun Uni Eropa dan Amerika Serikat. Misalnya, Pratt & Whitney, Autodesk, General Electric (yang berasal dari AS), Siemens AG, BASF, Carl Zeiss (Jerman), Samsung dan LG (Korea Selatan). Lembaga riset tersebut juga menjadi sumber dana bagi fakultas masing-masing dan juga universitas. ''Sepertiga dari dana penyelenggaraan pendidikan di WUT berasal dari riset,'' ungkap Lukasz Wojdyga. 


WUT juga menjalin kerja sama sains dengan berbagai universitas dan lembaga riset dari negara lain. Salah satu contoh kerja sama semacam itu adalah Cooperation Platform of CEE Metropolitan Universities of Technology, sebuah inisiatif bersama antara WUT, Berlin Institute of Technology, dan National Technical University of Ukraine. Proyek ini telah menghasilkan kerjasama di antara 11 universitas terkemuka dari Eropa Tengah dan Eropa Timur. 


 

Carry Nadeak (Warsawa) 

PENDIDIKAN, Majalah GATRA, no 51 tahun XXI, Beredar Kamis, 22 Oktober 2015

Dapatkan di Toko buku terdekat, di GATRA KIOSK, atau toko buku digital lain. 

 

 

Dani Hamdani
22-10-2015 14:16