Main Menu

Internasionalisasi Universitas Ala Polandia 

Dani Hamdani
22-10-2015 18:09

Marek Korowajczyk Kementrian Sains dan Pendidikan Tinggi Polandia (GATRA/Carry Nadeak)

Warsawa, Polandia, GATRAnews - Saat ini, di seluruh dunia, terdapat empat juta mahasiswa yang menuntut ilmu di luar negara mereka masing-masing. Jumlah tersebut pada 2020 meningkat menjadi tujuh juta mahasiswa. Para mahasiswa itu menciptakan peluang pasar bernilai US$ 100 juta.

 

Pasar tersebut kebanyakan dikuasai tiga negara, yaitu Amerika Serikat, Inggris, dan Australia. Prancis dan Jerman termasuk dalam negara tujuan pendidikan, tetapi belum sebanyak ketiga negara tadi. 

 

Polandia tidak berdiam diri melihat peluang tersebut. Sejak Juni tahun lalu, Kementerian Sains dan Pendidikan Tinggi Polandia mencanangkan ''Higher Education Internalization Programme''.

 

Program ini pada prinsipnya adalah membuka pintu selebar-lebarnya bagi mahasiswa dari berbagai negara di seluruh dunia untuk menuntut ilmu di Polandia. Tapi, ini bukan berarti sebelumnya Polandia tertutup bagi mahasiswa asing. Di akhir dekade 60-an, misalnya, Polandia sudah membuka diri bagi para mahasiswa Indonesia. 

 

Salah satu poin yang dikedepankan oleh Pemerintah Polandia adalah keandalan dan mutu perguruan tinggi di sana, terutama kedokteran serta sains dan teknologi. ''Fakultas Kedokteran Polandia sudah mendapat akreditasi dari Amerika Serikat,'' kata Marek Korowajczyk, Deputy Director, Department of International Cooperation, Kementerian Sains dan Pendidikan Tinggi Polandia.  


Kepada GATRA, Korowajczyk bercerita bahwa peminat sekolah kedokteran Polandia banyak yang berasal dari Norwegia, negara-negara bekas Rusia, sejumlah negara di Timur Tengah, hingga negara dari kawasan Asia Tenggara, seperti Vietnam dan Malaysia. ''Ada lebih dari 200 mahasiswa asal Malaysia yang belajar kedokteran di sini,'' ungkap Korowajczyk. 


Kementerian Sains dan Pendidikan Tinggi Polandia mengalokasikan 5% dari daya tampung seluruh perguruan tinggi di negara itu untuk mahasiswa asing. Hingga saat ini, lanjut Korowajczyk, baru sekitar 2% dari alokasi itu yang terpakai. Untuk program internasionalisasi tersebut, Kementerian Sains dan Pendidikan Tinggi Polandia menganggarkan dana hingga 100 milyar zloti (sekitar Rp 4 trilyun). 


Korowajczyk menyebut biaya perkuliahan yang lebih rendah di Polandia, dibandingkan program sejenis di sejumlah negara di Eropa dan Amerika Serikat, menjadi salah satu keunggulan negara itu. ''Biaya kuliah di sini bisa mencapai hanya sepertiga dari yang harus dikeluarkan mahasiswa di Inggris, Amerika Serikat, atau Australia,'' kata Korowajczyk.

 

Secara rata-rata, tuition fee untuk mahasiswa S1 adalah 2.000 euro. Untuk mahasiswa S3, biayanya mencapai 3.000 euro per tahun. Bagi warga Polandia dan Uni Eropa, tidak ada pungutan sama sekali. 


Sebelum mengeluarkan kebijakan internasionalisasi pendidikan tinggi tersebut, Kementerian Sains dan Pendidikan Tinggi Polandia terlebih dahulu melakukan studi banding terhadap program sejenis di Inggris, Australia, dan Amerika Serikat.  


Carry Nadeak 

PENDIDIKAN, Majalah GATRA, no 51 tahun XXI, Beredar Kamis, 22 Oktober 2015

Dapatkan di Toko buku terdekat, di GATRA KIOSK, atau toko buku digital lain. 

 

Dani Hamdani
22-10-2015 18:09