Main Menu

'Panama Papers' Sodok Putin dan Cameron

Dani Hamdani
05-04-2016 06:41

Presiden Rusia Vladimir Putin (AFP/Pavel Golovkin/HR02)

London, GATRANews - Surat kabar Inggris The Guardian melaporkan bahwa jutaan dokumen milik firma hukum Panama Mossack Fonseca menunjukkan adanya jejaring utang dan kesepakatan bisnis rahasia senilai 2 miliar dolar AS oleh para pembantu Presiden Rusia Vladimir Putin. Di antara kroni Putin yang disebut adalah pemain selo Sergei Roldugin, teman masa kecil Putin.

 

Juru bicara Putin menampik semua laporan dalam jutaan dokumen yang dibocorkan oleh Konsorsium Internasional untuk Jurnalis Investigatif (ICIJ) yang berbasis di Washington, D.C, Amerika Serikat, yang disebut "Panama Papers".


"Putinofobia di luar negeri ini sudah mencapai titik bahwa sebenarnya tabu mengatakan hal yang baik mengenai Rusia atau mengenai setiap tindakan Rusia atau pencapaian-pencapaian Rusia," kata juru bicara Putin seperti dilaporkan Antara.
 
 
"Namun mereka menganggap harus mengatakan hal-hal buruk, banyak hal buruk, dan manakala tidak ada yang perlu disampaikan, maka harus mereka karang," tambahnya.

Sementera pemerintah Inggris yang disebut-sebut pula dalam dokumen itu meminta salinan data bocoran tersebut. Skandal ini akan memalukan Perdana Menteri David Cameron yang selama ini lantang melawan penggelapan dan pengemplangan pajak.

Mendiang ayahandanya, Ian Cameron, pialang saham yang kaya raya, ikut disebut dalam dokumen bocor itu, bersama sejumlah tokoh Partai Konservatif, para bekas anggota DPR dari Konservatif dan para donatur partai.

Jennie Granger, kepala Badan Pendapatan dan Pajak, mengatakan pemerintah akan mempelajari informasi dari "Panama Papers" itu dan berjanji untuk menempuh langkah cepat dan sepatutnya.

Sementara itu juru bicara bidang keuangan Partai Buruh yang beroposisi, John McDonnell, mencuit: "Cameron telah berjanji dan gagal mengakhiri kerahasiaan pajak dan memberantas skema-skema luar negeri yang secara moral tidak bisa diterima, langkah nyata kini diperlukan."

Di Australia, Badan Pajak Australia, menyatakan tengah menyelidiki lebih dari 800 klien Mossack Fonseca yang sekitar 120 di antaranya dikaitkan dengan sebuah penyedia jasa luar negeri yang berbasis di Hong Kong, demikian Reuters.

Pakistan membantah pelanggaran yang mungkin dilakukan keluarga Perdana Menteri Nawaz Sharif setelah putri dan putranya dikaitkan dengan perusahaan-perusahaan asing.

Presiden Ukraina Petro Poroshenko malah menggelar investigasi untuk membuktikan kebenaran dokumen itu. Poroshenko disebut-sebut memindahkan usaha konveksinya, Roshen, ke Kepulauan Virgin pada Agustus 2014 ketika pertempuran antara Ukraina melawan separatis pro-Rusia berkecamuk.

Sedangkan Perdana Menteri Islandia Sigmundur Gunnlaugsson dan istrinya disebut-sebut punyai kaitan dengan sebuah perusahaan rahasia di luar negeri sehingga oposisi menyerunya untuk mengundurkan diri, demikian Reuters.

Editor: Dani Hamdani  

Dani Hamdani
05-04-2016 06:41