Main Menu

Tempe Diseminarkan di Wageningen Belanda

Tian Arief
15-11-2016 12:18

Tempe (GATRAnews/Wikipedia)

Jakarta, GATRAnews - Makanan khas Indonesia, tempe, dibahas dalam sebuah seminar di Belanda. Adalah Perhimpunan Pelajar Indonesia di Wageningen (PPIW), yang berinisiatif  menggelar dengan judul Temp(e)tation itu, pekan lalu, bertepatan dengan Hari Pahlawan 10 November. Seminar ini bertujuan untuk memopulerkan serta memberikan informasi ilmiah terkait tempe, kepada masyarakat internasional yang berada di Belanda, khususnya Wageningen.

Menurut siaran pers PPIW, yang diterima GATRAnews, di Jakarta, Selasa (15/11), sebanyak tiga pembicara menjadi pengisi acara kegiatan ini, di antaranya Wida Winarno dari Indonesia Tempe Movement, Rob Nout dari Laboratory of Food Microbiology Wageningen University, serta Herditya Oktania, Master alumnus Wageningen University.

Wida Winarno menjelaskan sejarah tempe di Indonesia serta cara membuat tempe, baik secara tradisional maupun modern. Wida Winarno menjelaskan bagaimana pentingnya tempe bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Tercatat sebanyak kurang lebih 81.000 pengusaha tempe yang berada di Indonesia dengan perkiraan jumlah produksi sebesar 2,4 juta ton per tahun.

Ia juga memaparkan berbagai contoh produk inovasi dari Tempe seperti tempe berkemasan kaleng, teriyaki tempeh, dan lainya. Dewasa ini, Tempe tidak hanya digunakan sebagai lauk-pauk untuk makanan sehari-hari, tetapi juga dimanfaatkan sebagai bahan perawatan kulit. Menutup presentasinya, Wida Winarno mengajak para peserta untuk mengenal lebih dekat dengan tempe melalui slogan “Mari Menempe”.

Sementara itu, Rob Nout memberikan penjelasan tentang kandungan nutrisi dan biofungsionalitas dari tempe. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan olehnya, proses fermentasi oleh ragi pada pengolahan tempe dapat meningkatkan daya cerna protein pada tempe. Tempe juga memiliki kandungan mikronutrisi seperti vitamin, mineral, dan isoflavon.

Nout menjelaskan, mengonsumsi tempe sebanyak 340 gram per hari dipercaya dapat memenuhi kebutuhan asam folat setiap harinya. Asupan isoflavon sebesar 50-100 mg per hari diperkirakan dapat memberikan efek yang positif pada tubuh. Selain kandungan nutrisi dari tempe, tempe dipercaya juga memiliki fungsi sebagai anti-diare. Herditya pada presentasinya memaparkan tentang produk minuman inovasi dar tempe yang diberi nama “Temphptation”. Pada tahun 2015, “Temphtation” menjuarai kompetisi produk pangan inovatif yang diselenggarakan di Belanda.

Kegiatan ini dihadiri sebanyak 85 peserta yang mayoritas merupakan mahasiswa asing dan Indonesia di Wageningen University. Kegiatan ini didukung penuh oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia Den Haag dan merupakan rangkaian kegiatan Indonesia Week, yang berlangsung pada 7 sampai 13 November 2016.


Editor: Tian Arief

Tian Arief
15-11-2016 12:18