Main Menu

Korban Serangan London Bertambah jadi 5 Tewas, termasuk Guru Bahasa Spanyol

Dani Hamdani
23-03-2017 17:12

London, GATRAnews - Korban serangan di depan gedung parlemen Inggris pada Rabu petang (22/3/17) bertambah lagi menjadi lima orang tewas dan sekitar 40 terluka. Korban serangan yang disebut polisi "serangan teroris yang mengacaukan", itu selain penyerang dan polisi yang ditikamnya, juga tiga pejalan kaki yang ditabrak dengan mobil yang melaju kencang di Westminster Bridge tersebut.

 

Perdana Menteri Theresa May mengutuk serangan itu sebagai tindakan "sakit dan jahat". "Teroris memilih untuk menyerang jantung ibu kota kita, di mana orang-orang dari semua bangsa, agama, dan budaya, datang bersama-sama untuk merayakan nilai-nilai kebebasan, demokrasi dan kebebasan berbicara," katanya.

 

Serangan tersebut merupakan yang paling mematikan di London sejak empat Islamis Inggris menewaskan 52 penumpang dan diri mereka dalam serangan bom bunuh diri dalam sistem transportasi kota pada Juli 2005, demikian Reuters.

 

Guru Bahasa Spanyol

 

Salah seorang korban serangan itu  adalah seorang ibu berusia 43 tahun bernama Asyha Frade. Laman The Mirror menyebutkan, wanita itu diyakini meninggal dunia saat hendak menjemput anak-anaknya berusia delapan dan 11 tahun dari sekolah.

Asyha Frade adalah pengajar bahasa Spanyol di sebuah perguruan tinggi di dekat lokasi penyerangan, yaitu DLD College London. Keluarga dari wanita itu berasal dari Betanzos, dekat kota Galician, La Coruna, Spanyol.


Saudaranya mendapat panggilan telepon dari London, yang mengabari mereka tentang dokumen yang ditemukan di Jembatan Westminster, lapor El Confidencial.


Sejam kemudian, kematiannya dilaporkan telah terkonfirmasi.

Mengingat Asyha Frade berpaspor Inggris, Kedutaan Besar Spanyol awalnya mengatakan tidak ada korban dari negara mereka. Namun kemudian diumumkan bahwa salah satu korban di antaranya adalah wanita asal Spanyol.


Editor: Dani Hamdani

Dani Hamdani
23-03-2017 17:12