Main Menu

Ledakan di Stasiun Russia Diduga Bom Bunuh Diri

Rosyid
04-04-2017 14:06

St Petersburg, GATRAnews - Pihak keamanan Russia menduga ledakan di stasiun kereta api St Petersburg Senin kemarin  dilakukan pembom bunih diri. Dugaan pihak keamanan lahir setelah meneliti TKP termasuk sisa-sisa serpihan tubuh manusia.

Serangan itu membunuh 11 orang dan melukai 45 orang lainnya seperti dilaporkan kantor berita Russia Interfax dan dikutip Reuters, Selasa (4/4).

Dari bukti-bukti di TKP dugaan mengarah pada seorang pria Russia kelahiran Kyrgyztan. Penyelidik kemudian meminta bantuan koleganya di Kirgyztan untuk mendapatkan informasi lebih lengkap tentang pelaku seperti disampaikan disampaikan jurubicara aparat keamanan Kyrgyztan.  Namun informasi lain yang lebih spesifik masih ditutup. 

Kyrgyztan adalah negara di Asia Tengah yang mayoritas Islam. Pemerintahnya sahabat dekat Moscow dan sejumlah basis militer Russia ada di negara itu.

Fakta itu mennggiring munculnya dugaan serangan itu terkait kelompok ekstrim Islam.  Russia berpengalaman menghadapi serangan pejuang-pejuang Islam di kawasan Kaukasus Utara pada masa lalu. Secara umum Russia berhasil memadamkan aksi-aksi separatis itu. Namun keterlibatan Russia di Suriah menjadikannya target potensial diserang kelompok ISIS.

Sebelumnya, media Russia menayangkan gambar seorang pria berjanggut yang diduga sebagai pelaku. Namun Interfax kemudian mengkonfirmasi bahwa pria itu sudah diperiksa polisi dan dikeluarkan dari daftar orang-orang yang patut dicurigai.

Ledakan terjadi di sebuah gerbong kereta saat kereta melakukan perjalanan antara stasiun Technological Institute dan Vosstaniya Square pukul 14.40 (1140 GMT), kata juru bicara komite antiteroris (NAK) Andrei Przhezdomsky.




Editor: Rosyid

Rosyid
04-04-2017 14:06