Main Menu

Jerman dan Ceko Sebut Emmanuel Macron Sebagai Kemenangan Uni Eropa

Dani Hamdani
08-05-2017 13:41

Presiden Perancis terpilih Emmanuel Macron (AFP/Eric Referberg/HR02)

Jakarta, GATRANews - Ucapan selamat mulai berdatangan untuk Emmanuel Macron setelah ia pada Minggu (7/5) diproyeksikan menang dalam pemilihan Prancis. Beberapa jam setelah pemilihan berakhir sejumlah lembaga survey memperkirakan Macron mendapat 66-65% suara.

 

Perdana Menteri Ceko Bohusla Sobotka menyambut baik kemenangan besar Emmanuel Macron dalam pemilihan presiden Prancis. Sobotka mengatakan kemenangan Macron disebabkan ia ingin Prancis memainkan bagian yang kuat dan membanggakan dalam Uni Eropa.

 

Sobotka, sebagaimana diberitakan Xinhua, Senin pagi, menganggap kemenangan Macron adalah tanda positif bukan hanya buat Prancis tapi juga untuk seluruh Uni Eropa termasuk Republik Ceko. "Para pemimpin Prancis menolak nasionalisme, populisme dan pengucilan negeri mereka," kata Sobotka.

 

Kebanyakan pemilih Prancis, katanya, telah memilih seorang presiden yang akan mewakili Prancis sebagai negara modern yang terbuka, Prancis sebagai negara yang membanggakan yang meletakkan dasar penyatuan dan motor penting bagi kesinambungan masa depan kerja sama Eropa.

 

Emmanuel Macron, calon dari kubu sentris, menang dalam pemilihan babak kedua presiden Prancis, dengan mengalahkan pesaingnya dari kanan-jauh Marine Le Pen, demikian proyeksi  angket yang dikeluarkan setelah pemungutan suara.

 

Lembaga jajak pendapat Elabe untuk BFMTV memperlihatkan Macron menang dalam pemilihan presiden Prancis dengan 65,9 persen suara, sedangkan Le Pen mendapatkan 34,1 persen.

 

Perkiraan lain juga menunjukkan Macron mengatungi antara 65 dan 66,1 persen suara, sementara Le Pen antara 33,9 dan 35 persen suara.

 

Hasil tersebut akan membuat mantan menteri ekonomi yang berusia 39 tahun itu menjadi presiden kedelapan Republik Kelima Prancis, dan yang termuda.

 

Di Berlin Pemerintah Jerman juga mengucapkan selama kepada Macron atas kemenangannya dalam proses demokrasi di Prancis. Kanselir Jerman Angela Merkel sebelumnya telah menyampaikan dukungan buat Macron, yang memiliki visi yang sama dengannya, sebab mereka berdua mendukung kebijakan pro-Eropa yang konsisten.

 

Juru Bicara Kanselir Jerman Steffen Seibert, seperti dilaporkan Antara, memuji kemenangan Macron sebagai "kemenangan buat Eropa yang bersatu dan kuat". Menteri Luar Negeri Jerman Sigmar Gabriel juga memuji pemilihan umum tersebut; ia men-tweet bahwa Prancis "dulu, sekarang dan pada masa depan tetap berada di tengah dan di jantung Eropa".

 

Dalam kesempatan lain Presiden AS Donald Trump mengucapkan selamat kepada Macron atas kemenangannya dalam pemilihan presiden Prancis, dan sangat mengharapkan kesinambungan kerja sama AS-Prancis.

 

"Selamat kepada Emmanuel Macron atas kemenangan besarnya hari ini sebagai presiden mendatang Prancis," demikian tweet Trump.

 

"Saya sangat mengharapkan bisa bekerjasama dengan dia!" Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker pada hari yang sama mengucapkan selamat atas kemenangan Macron, dan mengatakan ia senang bahwa "rakyat Prancis telah memilih masa depan Eropa".

 

Presiden Dewan Eropa Donald Tusk juga mengucapkan selamat kepada Macron, dan mengatakan Prancis telah memilih "kebebasan, kesetaraan dan persaudaraan".

 

Perdana Menteri Inggris Theresa May juga mengucapkan selamat atas kemenangan Macron dalam pemilihan Presiden Prancis. Juru bicaranya mengatakan, "Prancis adalah salah satu sekutu paling dekat kami, dan kami sangat berharap bisa bekerjasama dengan presiden baru dalam banyak prioritas bersama." Menteri Pertama Skotlandia Nicola Sturgeon melalui media sosial memuji "kemenangan besar Macron atas calon sayap-kanan".


Editor: Dani Hamdani

Dani Hamdani
08-05-2017 13:41