Main Menu

Sepuluh Fakta dari Ledakan di Konser Ariana Grande

Dani Hamdani
23-05-2017 10:38

Manchester, GATRANews - Serangan maut yang merengut 19 nyawa dan lebih 50 orang terluka tepat pada akhir konser musik penyanyi pop Ariana Grande, Senin dini hari waktu Inggris, di Manchester, dinyatakan polisi sebagai serangan teroris. Intelejen Amerika Serikat malah menyebut insiden itu sebagai aksi bunuh diri.

 

Perdana Menteri Inggris Theresa May menggolongkan insiden ini sebagai serangan teroris. 

 

Jika benar ini ulah teroris, maka ledakan di Manchester Arena itu menjadi serangan militan paling maut di Inggris Raya sejak  Juli 2005. Saat itu terjadi rangkaian serangan bom bunuh diri di sistem transportasi London, yang dilakukan empat muslim Inggris yang merengut 52 nyawa. 



Berikut 10 fakta terkait serangan teror itu yang telah diketahui sejauh ini seperti dilaporkan The Guardian:

1. Polisi memastikan bahwa paling sedikit 19 orang tewas dan setidaknya 50 terluka akibat ledakan pada konser Ariana Grande di Manchester Arena.

2. Polisi menggolongkan ledakan itu sebagai insiden teroris "sampai kami mendapatkan informasi lebih jauh".

3. Sejumlah saksi mengaku mendengar satu ledakanyang menghajar gedung konser begitu konser itu selesai. Namun ada yang mendengar dua ledakan, ada yang bilang tiga ledakan.

4. Manchester Arena mengatakan insiden itu terjadi "di luar venue di sebuah ruang publik terbuka". Sekitar 21.000 orang menghadiri konser saat ledakan itu terjadi.

5. Ledakan itu menghantam serambi gedung konser sekitar pukul 22.30 waktu setempat. Polisi mengaku menerima laporan mengenai insiden itu pukul 22.33.

6. Para korban dibawa ke enam rumah sakit di seluruh penjuru Manchester.

7. Bagian besar area sekitar arena telah dibarikade dan Stasiun Kereta Api Victoria ditutup sampai Selasa.


8. Kepolisian Metropolitan Manchester telah menjinakkan sebuah benda dengan meledakkannya secara terkendali di area Taman Katedral namun benda yang diledakkan bukan benda mencurigakan.

9. Perdana Menteri Theresa May berduka cita untuk para korban dan keluarga korban seraya mengutipkan pernyataan polisi bahwa insiden ini diperlakukan polisi sebagai serangan teroris.

10. Rapat mendadak komite darurat pemerintah Cobra digelar Selasa pukul 09.00 pagi waktu setempat atau sekitar 15.00 WIB.


Editor: Dani Hamdani

Dani Hamdani
23-05-2017 10:38