Main Menu

Krew Kabin Mogok, British Airways Alihkan Penumpang ke Qatar Airways

Dani Hamdani
02-07-2017 09:51

British Airways (William Edwards/AFP/yus4)

Brussel, GATRANews - Ancaman mogok krew kabin British Airways (BA) mulai 1 Juli 2017 ditanggapi dengan eksekutif maskapai asal Inggris itu dengan meminjam pesawat-pesawat serta awak Qatar Airways.  Selama dua pekan (1-16 Juli), seluruh penumpang BA akan diterbangkan Qatar Airways ke berbagai tujuan.

 

Langkah itu ditegaskan Willie Walsh, pemimpin perusahaan induk British Airways (BA), kepada para wartawan di Brussel, Kamis (29/6/17).

 

"Dengan ini saya sampaikan bahwa pesawat-pesawat itu akan terbang dan semua penumpang British Airways yang telah memesan tempat untuk terbang bersama kami dalam dua pekan mendatang akan diterbangkan (oleh Qatar Airways, red)," kata Walsh.

 

Ia menjawab pertanyaan soal apakah permohonan untuk menggunakan pesawat-pesawat Qatar Airways sudah disetujui. Karena, hingga hari Kamis, CAA belum memastikan apakah permohonan BA sudah disetujui, dengan mengatakan bahwa pihaknya masih memproses permohonan tersebut. 

 

BA sudah mengajukan permohonan kepada Badan Penerbangan Sipil Inggris (CAA) untuk menggunakan sembilan pesawat Airbus A320 dan A321 milik Qatar Airways antara 1 hingga 16 Juli. 

 

"Berdasarkan peraturan Eropa, suatu maskapai penerbangan Uni Eropa, seperti British Airways, harus mendapatkan izin khusus jika ingin menyewa pesawat dari perusahaan penerbangan yang berpusat di luar Eropa," kata juru bicara CAA dalam pernyataan. 

 

"Departemen Transportasi Kerajaan Inggris akan menyetujui atau menolak permohonan itu berdasarkan masukan dari Badan Penerbangan Sipil."

  

British Airways sebelumnya menyatakan jaminan bahwa semua pemesan tiket akan sampai ke tempat-tempat yang mereka tuju walaupun beberapa penerbangan akan digabung. 

 

British Airways akan membayar Qatar Airways atas penggunaan pesawat dan awak kabin maskapai itu selama dua pekan. 

 

Kesepakatan tersebut akan membantu Qatar memanfaatkan armada pesawat setelah operasi maskapai penerbangannya terganggu karena boikot yang dilancarkan oleh empat negara Arab sehingga Qatar terpaksa harus mencari tujuan-tujuan penerbangan lainnya agar pesawatnya bisa beroperasi. 

 

Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir pada 5 Juni memutuskan hubungan dengan Qatar dalam krisis diplomatik terburuk yang pernah terjadi di kawasan itu dalam masa bertahun-tahun. 

 

BA dan Qatar Airways memiliki hubungan dekat. Keduanya merupakan mitra jaringan OneWorld dan berbagi kode sama pada penerbangan-penerbangan tertentu. 

 

Qatar Airways, perusahaan penerbangan yang berpusat di Doha, memiliki 20 persen saham pada perusahaan induk BA, International Airlines Group. Demikian laporan Reuters.

 

Kenapa Krew Kabin Mogok

 

Pemogokan oleh awak kabin BA pada penerbangan campuran, baik jauh maupun dekat, terlibat sengketa lama dengan manajemen BA terkait gaji.

 

Pemogokan 1 Juli ini diiringi ancaman pemberian sanksi-sanksi yang dikenakan terhadap para anggota yang terlibat dalam gerakan tersebut.

 

Menurut harin Thesun.co.uk, mentoknya perundingan gaji ini terutama pada krew yang bekerja sejak 2010. Serikat pekerja mengklaim mereka digaji lebih kecil dari pekerja lainnya.

 

Serikat pekerja melansir hasil survey bahwa hampir setengah kabin krew terpaksa bekerja sampingan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Beberapa responden itu malah mengaku terpaksa tidur di mobil untuk menunggu shift kerja berikutnya karena tak sanggup membeli bahan bakar untuk pulang ke rumah mereka.

 

Menurut iklan, pendapatan para krew itu antara £21,00 dan £25.000 per tahun. Namun, serikat pekerja menyatakan kenyataanya pendapatan mereka mulai dari £12,00 ditambah £3 per jam.

 

Para pekerja itu menyatakan manajemen menolak untuk berunding lebih lanjut mengenai "pembayaran kemiskinan" tersebut.

 

Pejabat Serikat Pekerja Inggris Oliver Richardson mendesak British Airways untuk kembali berunding. "British Airways harus menghentikan konfrontasi yang telah menimbulkan lebih banyak kemarahan dan menjatuhkan moral diantara pekerja kabin."

 

"Dengan perkiraan keuntungan induk British Airways tahunan sekitar £ 2,3 miliar, sangat jelas maskapai itu bisa membayar krew kabin secara layak," ujar Richardson.

 

"Dari pada mencoba mem-bully pekerja dan berupaya untuk mengalihkan sumberdaya melalui leasing pesawat dan krew kabin," pungkasnya.


Editor: Dani Hamdani 

Dani Hamdani
02-07-2017 09:51