Main Menu

Presiden Jokowi Jadi Pembicara Counter Terorism di KTT G20 Hamburg

Ervan
07-07-2017 13:07

Presiden Joko Widodo (Adem Altan/ AFP/yus4)

Jakarta, GATRAnews - Usai melakukan kunjungan kerja ke Turki, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo tiba di Bandar Udara (Bandara) Internasional Helmut-Schmidt Hamburg, Jerman, Kamis (6/7) malam waktu setempat atau pukul 01.30 WIB, untuk melanjutkan agenda menghadiri pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.

 

Kedatangan Presiden Jokowi disambut oleh Pejabat Protokol Republik Federal Jerman dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Federal Jerman, Bapak DR.-Ing H. Fauzi Bowo, dan Atase Pertahanan Republik Indonesia di Berlin, Kol. Kav. Tomi Kaloko Utomo. 


Setibanya di Hotel Steigenberger tempatnya menginap selama di Hamburg, Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana yang menerima kalungan bunga dari seorang anak putri Indonesia yang tinggal di Jerman.

 

Presiden Jokowi juga disambut oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani, Konsul Jenderal RI Frankfurt Wahyu Hersetiati, dan Wakil Kepala Perwakilan KBRI Berlin Perry Pada.


Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi kepada wartawan usai mengikuti rapat yang dipimpin oleh Presiden Jokowi, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/7) menyampaikan bahwa ada 3 (tiga) tema utama dalam KTT G20.

 

Menlu menyampaikan bahwa isu yang pertama adalah mengenai masalah sustainability, kedua adalah resilience yakni cara untuk mengantisipasi potensi risiko dan juga ketidakpastian yang masih berlaku di dunia ini.

 

Yang ketiga, lanjut Menlu, adalah mengenai responsibility, yaitu ingin mendorong aksi bersama untuk pembangunan.

 

Pada KTT G20 itu, menurut Menlu, ada 5 sesi, dan Presiden Jokowi sudah diminta untuk bicara sebagai lead speaker untuk isu counter terorism. Menlu menambahkan bahwa Presiden Jokowi juga akan menyampaikan intervensi di sesi 1 yang terkait dengan masalah ekonomi dan keuangan.


Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam agenda G20 kali ini Seskab Pramono Anung, Menlu Retno Marsudi, Menkeu Sri Mulyani, dan Kepala BKPM Thomas Lembong.


Reporter: Ervan Bayu

Editor: Dani Hamdani

Ervan
07-07-2017 13:07