Main Menu

Gelaran Europalia Arts Festival Indonesia Resmi Dibuka

Rohmat Haryadi
10-10-2017 22:30

Nani Topeng Losari, Voice of Papua dan Tari Saman Gayo Lues berfoto bersama diatas panggung (Twitter/@id_europalia/AK9)

Brussels GATRAnews - Gerak luwes bertenaga tiga penari topeng menyemarakkan pembukaan gelar budaya Indonesia di Brussels, Belgia hari ini. Selain tari topeng Indonesia, juga disajikan tari Saman dari Aceh, dan tarian dari Papua. Tiga sajian di ajang Europalia Indonesia 2017 itu menunjukkan betapa berwarnanya Indonesia. Setiap habis sajian tepuk tangan selama 60 detik membahana di Gedung Opera Bozar yang berkapasitas 500-an tempat duduk.

Hadir dalam pembukaan itu Wakil Presiden Jusuf Kalla, Raja Belgia, Menko Puan Maharani, Mendikbud Muhadjir Effendy. Selain itu juga hadir para pejabat negara seperti Gubernur Jawa Barat Ahmad Heriawan, Ridwan Kamil, Yudhi Chrisnandy, dan para dubes di Eropa. Hadir juga pengusaha Sofyan Wanandi dan Megawati Soekarnoputri.

 "Europalia Indonesia ingin memberikan pandangan terbaru tentang budaya dan seni. Indonesia yang sangat kaya ragam budaya. Indonesia memiliki budaya yang terus bergerak di mana seni visual, arsitektur, desain, sastra, musik, teater, tari dan film berpadu bersama," kata Georges Jacobs de Hagen, Ketua Europalia.

"Europalia adalah gawe besar yang membutuhkan banyak dukungan," kata Didier Reynders, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Belgia. Dia mengucapkan terimakaih atas dukungan Kementerian Luar Negeri Indonesia atas kerjasamanya selama ini.

Dalam sambutannya, Menlu Retno Marsudi menyatakan bahwa Indonesia sangat pernuh warna. Baik itu seni budaya, bahasa lokal, hingga keseniannya. "Indonesia bukan hanya negara, bukan hanya muslim. Namun rumah untuk agama lain seperti Kristen, Katholik, Hindu dan Budha. Indonesia sangat colorfull," katanya. 

Europalia Indonesia akan memamerkan warisan budaya leluhur, pameran bahari, pameran seni dan budaya. Termasuk seni rupa karya Raden Saleh. Namun, lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro tidak mendapat izin untuk diboyong ke Europalia Indonesia yang digelar di 8 negara Eropa hingga Januari 2018. Pameran bahari menyajikan Perahu Pinisi yang tahun ini diajukan sebagai Warisan Dunia ke UNESCO.


Editor: Rohmat Haryadi

Rohmat Haryadi
10-10-2017 22:30