Main Menu

Uni Eropa Enggan Ikut Campur Konflik Spanyol-Catalonia

Gandhi Achmad
14-10-2017 18:41

Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker (AFP/Patrick Hertzog/HR02)

Luksemburg, Gatra.com - Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker menyatakan penyesalannya atas kegagalan Spanyol untuk mengikuti nasehatnya dan berbuat lebih banyak untuk mengatasi krisis di Catalonia. Ia mengklaim bahwa setiap intervensi Uni Eropa mengenai masalah Kemerdekaan Catalonia hanya akan menyebabkan "kekacauan yang jauh lebih banyak".

 

Berbicara kepada siswa di Luksemburg pada Jumat (13/10), Juncker mengatakan bahwa dia telah memberi tahu kepada Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy, bahwa pemerintahannya perlu bertindak untuk menghentikan situasi Catalan yang tidak terkendali. Namun nasehat tersebut tidak disengaja. "Untuk beberapa waktu sekarang saya meminta Perdana Menteri untuk mengambil inisiatif sehingga Catalonia tidak akan mengamuk," katanya. "Banyak hal yang tidak beres," tambah Juncker seperti dikutip The Guardian.

 

Juncker mengatakan bahwa sementara ini, ia ingin melihat Eropa tetap bersatu, dan tidak ikut campur dalam konflik internal Spanyol terkait deklarasi kemerdekaan Catalan yang telah diteken Selasa petang (10/10), pada sidang parlemen setempat. "Saya ingin menjelaskan mengapa komisi tidak terlibat dalam hal itu. Banyak orang berkata: 'Juncker harus terlibat dalam hal itu.' Namun, kami tidak melakukannya karena jika kami melakukannya, ini akan menciptakan kekacauan di Uni Eropa. Kita tidak bisa berbuat apa-apa. Kita tidak bisa terlibat dalam hal itu,” beber Juncker.

 

Juncker mengatakan bahwa sementara ini, dirinya sering bertindak sebagai negosiator dan fasilitator antar negara anggota, komisi tersebut tidak dapat menengahi jika panggilan untuk melakukannya datang hanya dari satu sisi—dalam hal ini, pemerintah Catalan.

 

Meski menolak untuk campur tangan, Juncker tetap memperingatkan masyarakat internasional bahwa krisis politik di Spanyol tidak dapat diabaikan. "Oke, tidak ada yang menembak siapa pun di Catalonia—setidaknya belum. Tapi kita seharusnya tidak mengecilkan masalah itu,” tambahnya.

 

Juncker juga berbicara secara lebih umum mengenai fragmentasi identitas nasional di Eropa, dengan mengatakan bahwa dia khawatir jika Catalonia menjadi independen, daerah lain akan mengikuti. "Saya sangat prihatin karena kehidupan di masyarakat nampaknya sangat sulit," katanya. "Semua orang mencoba untuk menemukan sendiri dengan cara mereka sendiri dan mereka berpikir bahwa identitas mereka tidak dapat hidup sejajar dengan identitas orang lain,” papar Juncker.


 

Editor : Gandhi Achmad

Gandhi Achmad
14-10-2017 18:41