Main Menu

FDP Masuk Parlemen Jerman, FNS Pererat Kerja Sama dengan PKB

Iwan Sutiawan
31-10-2017 21:49

Pertemuan Ketua Dewan Pembina Friedrich Naumann Stiftung (FNS), Prof. Dr. Jurgen Morlok dengan Sekjen PKB, Abdul Kadir Karding. (GATRA/Iwan Sutiawan/FT02)

Jakarta, gatra.com - Ketua Dewan Pembina Friedrich Naumann Stiftung (FNS), Prof. Dr. Jurgen Morlok, mengatakan, masuknya Partai Demokrat Bebas (FDP) ke Parlemen Jerman diharapkan bisa meningkatkan berbagai kerja sama FNS yang sudah terjalin dengan sejumlah pihak di Indonesia, termasuk dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).


"Kenapa ini saya sampaikan, karena ini mudah-mudahan akan memperkuat kerja sama kita di masa yang akan datang," kata Morlok saat diterima Sekretaris Jenderal (Sekjen) PKB, Abdul Kadir Karding di kantor DPP PKB, Jakarta, Selasa (31/10).

Masuknya partai yang mempunyai hubungan dekat dengan FNF, lanjut Murlok, merupakan hasil pemilu Jerman pada September lalu, tentunya akan berdampak pada kerja sama yang telah terjalin. "Tentu saja itu berkonsekuensi dengan kerja sama yang ada di Indonesia," ujarnya.

Sementara Karding mengatakan, hubungan kerja sama dua lembaga ini sudah berlangsung sangat lama, khususnya dalam dua hal. "Pertama, capacity building, penguatan kapasitas institusi. Caranya, dengan membangun kerja sama dalam bentuk pelatihan-pelatihan baik itu kaderisasi, manajemen, kesekretariatan dan seterusnya," kata Karding.

Kedua, lanjut Karding, PKB juga secara rutin mendapatkan undangan untuk mengikuti pelatihan atau seminar di luar negeri tentang berbagai hal, atau berdiskusi tentang suatu masalah dan untuk mencari jalan keluarnya.

"Saya sendiri pernah beberapa tahun lalu di Kamboja, Sandi Nayoan juga pernah, Pak Bili juga pernah. Semua yang di sini pernah dikirim ke luar negeri dalam rangka mendapatkan pelatihan-pelatihan atau ilmu atau bertukar pikiran di FNS," ujarnya.

Morlok membenarkan, bahwa kerja sama pihaknya dengan PKB sudah berlangsung lama. Ia sengaja datang ke Indonesia untuk menemui sejumlah mitra FNS dan meninjau sejauh mana kerja sama yang sudah dijalin.

"Kebetulan PKB adalah salah satu mitra kerja kami, sudah lama sekali. Bahkan kalau boleh dikatakan, kerja sama dilakukan sebelum PKB dilahirkan," katanya.

Morlok juga membenarkan, bahwa kerja sama yang telah terjalin dengan PKB, di antaranya penguatan kapasitas anggota maupun pelatihan untuk penguatan kapasitas kesekretariatan partai.

"Selain itu, ada kerja sama di kebijakan di perubahan iklim. Kami berharap bahwa kerja sama ini berjalan baik dan dapat diteruskan, bahkan mungkin akan diperluas," katanya.


Reporter: Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
31-10-2017 21:49