Main Menu

Menkum HAM-Delegasi Swiss Bahas MLA ''Treaty''

Iwan Sutiawan
08-11-2017 14:18

Pertemuan Bilateral Delegasi Indonesia dengan Delegasi Swiss di Wina, Austria. (Dok. Kemenkum HAM/FT02)

Jakarta, gatra.com - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM) Yasonna Hamonangan Laoly melakukan pertemuan bilateral dengan Sekretaris Departemen Negara Swiss di Wina, Austria.


Dalam keterangan pers yang diterima gatra.com di Jakarta, Rabu (8/11), pertemuan itu berlangsung pada Senin (6/11). Dalam pertemuan tersebut, Yasonna mengucapkan terima kasih atas keberhasilan delegasi Indonesia dan Swiss yang telah menyelesaikan draft perjanjian kerja sama Mutual Legal Asistance (MLA) Treaty Indonesia-Swiss.

"Antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Swiss pada negosiasi tahap dua di tanggal 31 Agustus 2017 di Bern, Swiss," kata Yasonna, Selasa (7/11).

Yasonna menambahkan, kesimpulan dari perjanjian tersebut akan memperkuat hubungan bilateral antar Indonesia dan Swiss, khususnya dengan peningkatan kepentingan dan interaksi antara dua negara dalam urusan bisnis yang melibatkan pihak pemerintah dan swasta. Termasuk kerja sama penegak hukum hubungan bilateral kedua yang menjadi elemen penting.

Bagi Indonesia, perjanjian kerja sama dengan Swiss adalah perjanjian pertama dengan negara Eropa, sekaligus keuntungan dengan memiliki perjanjian dengan Swiss akan membuka jalan negosiasi untuk perjanjian yang serupa dengan negara lain di Uni Eropa.

"Saya memahami bahwa walau Swiss bukan negara anggota Uni Eropa, tetapi memiliki perjanjian khusus dengan Uni Eropa dalam kerja sama penegakkan hukum. Ini adalah keuntungan untuk Indonesia di masa depan untuk memulai negosiasi dengan negara anggota Uni Eropa," kata Yasonna.

Dalam pertemuan bilateral tersebut, Yasonna berharap draft yang telah disetujui oleh kedua negara dapat segera ditandatangani sebagai komitmen konkret bersama untuk memperkuat kerja sama hukum antara Indonesia dengan Swiss.

Kerja sama tersebut, lanjut Yasonna, khususnya dalam pemulihan asset yang dapat memperlihatkan pentingnya kerja sama internasional dan dapat menghapuskan opini negatif akan kurangnya niat baik yurisdiksi untuk saling membantu dalam menuntaskan kerja sama hukum pemulihan aset antarnegara. 

"Hal ini akan memberikan pesan yang jelas kepada para kriminal yang secara salah mengira, bahwa penyedia jasa keuangan di Swiss itu aman bagi mereka," kata Yasonna.

Delegasi Indonesia dalam pertemuan itu dipimpin oleh Yasonna didampingi oleh Duta Besar RI untuk Austria, Dr. Darmansjah Djumala, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Arminsyah, dan Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif, serta beranggotakan pejabat unsur dari Kemenkopolhukam, Kemenkum HAM, Kemlu, Setkab, Kejagung, KPK, dan KBRI/PTRI Wina.


Reporter: Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
08-11-2017 14:18