Main Menu

Partai Demokrat Sosial Jerman Buka Opsi Diskusi Dengan Merkel

Birny Birdieni
24-11-2017 20:58

Angela Merkel (Aurore Belot/ AFP/yus4)

Berlin, Gatra.com- Kanselir Jerman Angela Merkel dan mantan rekan koalisinya, sayap kiri tengah Demokrat Sosial (SPD) akan melakukan pembicaraan sebagai upaya mengakhiri kebuntuan politik di pembentukan koalisi Pemerintahan yang baru terpilih 24 September lalu.

 

Ahad (19/11) lalu, Merkel gagal membentuk pemerintahan koalisi dengan SPD, Free Democrat Party (FDP) dan Greens Party. Tidak adanya titik temu ini menghasilkan dua opsi pilihan, apakah pemerintahan berlanjut dengan koalisi minoritas atau bisa juga dilakukan pemilihan ulang. 

  

Social Democrat Party (SPD) yang mewakili kaum sosialis Jerman membuka opsi diskusi akan hal itu. Pemimpin SPD, Martin Schulz yang awalnya menolak koalisi dengan partai konservatif Merkel mendapat tekanan dari sekutu partai untuk mengubah posisinya. 

 

Ini terjadi setelah Presiden Jerman Frank Walter Steinmeier mengadakan pertemuan dengan Schulz, Kamis (23/11). Mantan anggota parlemen SPD yang pernah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri itu mengaku akan menjadi tuan rumah perundingan antara Merkel dan SPD pekan depan.

 

Dalam pertemuan dengan Steinmeier, Schulz mengatakan kalau dia akan meminta partainya memberikan suara apakah akan ikut serta dalam koalisi lain. Sejak 2013 lalu, SPD memang telah menjadi pendukung pemerintahan Merkel. 

 

Jumat (24/11) sebuah pertemuan selama delapan jam dilakukan oleh para politisi SPD teratas. Sekretaris Umum partai Hubertus Heil mengatakan kalau partainya tidak menutup kemungkinan dilakukannya sebuah diskusi. "Kami tidak mengatakan tidak pada peluang diskusi," katanya dilansir dari BBC. 

 

Namun dia tidak mengatakan partai mana yang akan dinegosiasikannya. Apakah mereka akan bergabung dengan koalisi besar lain yang dipimpin oleh Demokrat Kristen Merkel (CDU) dan sekutu Kristen Sosial Union mereka (CSU). 

 

Saat ini Merkel masih bertugas sebagai Kanselir. Ia mengatakan kalau dia enggan memimpin pemerintahan minoritas. Bahkan ia tidak takut akan pemilihan baru, dimana dia percaya diri akan kembali terpilih menjadi kanselir.

 


 

 

Editor : Birny Birdieni

Birny Birdieni
24-11-2017 20:58