Main Menu

Uni Eropa Investigasi Pajak Ikea di Belanda

Birny Birdieni
18-12-2017 20:20

Pengunjung berjalan diluar salah satu gerai Ikea di Delft, Belanda. (AFP/ANP/Robin Utrecht/FT02)

Brussel, Gatra.com- Komisi Eropa akan membuka penyelidikan mendalam terhadap struktur pajak perusahaan Ikea. Komisi itu mengatakan bahwa Inter Ikea yang berbasis di Belanda, salah satu dari dua divisi raksasa Swedia tersebut, mungkin telah mendapat keuntungan pajak tidak adil dari Belanda.

 

"Semua perusahaan, baik itu besar atau kecil, multinasional atau tidak, harus membayar bagian pajaknya yang adil," kata Komisaris Persaingan Eropa, Margrethe Vestager dilansir dari BBC Senin (18/12).

 

Pihak Uni Eropa akan melihat apakah urusan pajak Ikea melanggar peraturan Uni Eropa atau tidak. Di bawah Undang-Undang Uni Eropa, negara anggota tidak boleh memberikan tunjangan pajak selektif kepada kelompok multinasional yang tidak tersedia bagi perusahaan lain.

 

"Komisi khawatir bahwa dua keputusan pajak (Belanda) mungkin telah memberi Inter Ikea sistem keuntungan yang tidak adil dibandingkan perusahaan lain," kata Margrethe. Langkah ini merupakan tindakan keras terbaru otoritas persaingan Uni Eropa mengenai kesepakatan pajak antara negara-negara Uni Eropa dan multi-nasional.

 

Permintaan Komisi Ikea difokuskan pada tuduhan dua kesepakatan perpajakan antara Belanda dan Inter  yang telah mengurangi keuntungan kena pajak perusahaan di Belanda secara signifikan. Inter Ikea  berbasis di Belanda menjalankan bisnis waralaba Ikea. Mereka mengumpulkan royalti dari bagian lain Ikea dan membayar sedikit pajak dalam prosesnya.

 

Komisi mengatakan bahwa pada tahun 2006, sebuah keputusan pajak Belanda memungkinkan Inter Ikea membayar biaya lisensi tahunan signifikan ke unit Ikea lain di Luksemburg, sehingga mengalihkan pendapatan ke yurisdiksi di mana tidak dibebankan pajak.

 

Kemudian pada tahun 2011, setelah skema pajak Luksemburg dianggap ilegal, Inter Ikea mengatur keputusan pajak kedua dengan Belanda.

 

Putusan ini berfokus pada kesepakatan pinjaman dengan unit Ikea di Liechtenstein, yang memungkinkan Inter Ikea mengalihkan "bagian penting dari keuntungan waralaba" ke sebuah yurisdiksi pajak rendah. 

 

Seorang pejabat senior Uni Eropa senior mengatakan akan memeriksa rincian kasus tersebut. "Belanda mendukung sepenuhnya kerja Komisi," mereka menambahkan.

 

Ikea menambah daftar baru antrean panjang perusahaan raksasa yang sedang diburu Komisaris Persaingan Eropa, Margrethe Vestager. Sebelumnya juga ada Amazon, McDonalds dan Apple.

Apple sendiri ditemukan memiliki keuntungan sebesar £ 11,5 milyar dalam bentuk potongan pajak tidak adil. Margrethe khawatir perusahaan raksasa memperoleh keuntungan yang tidak adil atas saingan yang lebih kecil. 

 


Editor : Birny Birdieni

Birny Birdieni
18-12-2017 20:20