Main Menu

Cegah Flu Australia, Keuskupan Katolik Irlandia Utara Tangguhkan "Tanda Perdamaian Jabat Tangan"

Birny Birdieni
07-01-2018 01:14

Ilustrasi. (Pixabay/FT02)

Artikel Terkait

Irlandia Utara, Gatra.com- Keuskupan Katolik di Irlandia Utara telah menangguhkan "Tanda Perdamaian Jabat Tangan" selama misa pada umatnya. Ini dilakukan karena risiko infeksi dari strain flu yang pertama kali terlihat di belahan bumi selatan Australia pada musim dingin 2017 ini.

 

Hingga akhir musim dingin di Australia, sedikitnya ada 170.000 kasus terkonfirmasi. Angka ini lebih dari dua kali lipat kejadian pada tahun 2016 lalu. Pejabat kesehatan mengatakan bahwa mereka menulari 72 kematian pasien akibat flu.

 

Dalam beberapa pekan terakhir, virus H3N2 yang juga disebut sebagai "flu Australia" atau "flu Aussie" ini telah menyebar ke seluruh Inggris dan Irlandia. 

 

Setelah mendapat saran medis mengenai meningkatnya risiko dan dampak flu Australia, keuskupan Down dan Connor telah memutuskan untuk mengaktifkan kembali tindakan pencegahan yang pernah dilakukan sebagai tanggapan akan epidemi flu babi tahun 2009 lalu.

 

"Semua umat paroki diingatkan akan praktik kebersihan yang baik seperti yang direkomendasikan oleh otoritas kesehatan masyarakat," ungkap Kantor Uskup Noel Treanor seperti dilansir dari The Guardian.

 

Untuk meminimalkan risiko infeksi, para paroki pun didorong untuk menggunakan desinfektan gel tangan dan sabun cuci tangan. "Jika ada yang menunjukkan gejala seperti flu, mereka harus tinggal di rumah selama penyakit ini dan memberi tahu dokter umum mereka," katanya.

 

Sekretaris kesehatan Inggris, Jeremy Hunt mengatakan bahwa virus H3N2 adalah sumber daya yang kuat di NHS. "Kami juga mendapat tekanan tambahan tahun ini tentang penyakit flu dan pernafasan yang tidak kami alami tahun lalu," katanya kepada Sky news.

 

Meski demikian, Hunt menilai terlalu dini baginya untuk mengatakan apakah negaranya juga mengalami apa yang terjadi di Australia. "Tapi itu pasti menciptakan tekanan ekstra pada sistem," tuturnya.

 


Editor : Birny Birdieni 

Birny Birdieni
07-01-2018 01:14