Main Menu

Paus Mengecam Berita Palsu, Seperti Godaan Ular di Alkitab

G.A Guritno
25-01-2018 18:39

Paus Francis (AFP/Filippo Monteforte/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Paus Fransiskus mengungkapkan, sulit untuk dipungkiri bahwa kecepatan dunia digital telah membantu penyebaran ''berita palsu'' atau hoax. Dalam kondisi demikian, Paus mengecam "taktik ular" dari mereka yang menyebarkan berita bohong.

 

Ia mengatakan bahwa kasus pertama dari informasi salah ada di Alkitab saat Hawa dicobai oleh ular untuk memakan buah terlarang. Episode mengenai kisah jatuhnya manusia dalam dosa di Alkitab tersebut menunjukkan "konsekuensi mengerikan" yang bisa didapat dari berita palsu. Hal tersebut Paus kemukakan dalam sebuah dokumen kepausan.

 

Seperti dilansir oleh BBC News, Rabu malam lalu, dokumen The Truth Will Set You Free - Fake News and Journalism for Peace dikeluarkan menjelang Hari Komunikasi Dunia Gereja Katolik pada tanggal 13 Mei. Ini adalah untuk pertama kalinya Paus menulis tentang topik tersebut.

 

Fransiskus juga mengatakan bahwa hal itu hanya mengarah pada penyebaran atas arogansi dan kebencian. Untuk itu, Paus mendesak pengguna media sosial dan wartawan untuk membongkar kedok taktik manipulatif yang memicu perpecahan.

 

Dokumen tersebut keluar di tengah perdebatan tentang cara untuk membatasi penyebaran berita palsu di platform media sosial dan bagaimana hal itu mungkin mempengaruhi pemilihan baru-baru ini, termasuk di Amerika Serikat pada pilpres tahun 2016 lalu.

 

"Menyebarkan berita palsu dapat digunakan untuk mengedepankan tujuan tertentu, mempengaruhi keputusan politik, dan demi kepentingan ekonomi," kata Paus. Membandingkannya dengan pesan godaan sang ular dalam Alkitab, dia menambahkan: "Kita perlu mengungkap topeng apa yang bisa disebut 'taktik ular' yang digunakan oleh orang-orang yang menyamarkan diri mereka untuk menyerang kapan saja dan dimana saja."

 

Paus dari Argentina berdarah Italia itu meminta pentingnya "pendidikan untuk kebenaran" yang akan mengajarkan orang bagaimana membedakan, mengevaluasi, dan memahami informasi. Selain itu, Paus mengatakan peran wartawan - yang dia sebut "pelindung berita" - adalah "bukan hanya sebuah pekerjaan, ini adalah misi".

 

Dia mengatakan bahwa wartawan harus lebih fokus pada berita dan lebih banyak "mengeksplorasi hal-hal mendasar yang menyebabkan konflik".


Editor : G.A. Guritno

 

 

 

G.A Guritno
25-01-2018 18:39