Main Menu

Begini pesan Vatikan akan pidato Trump di WEF 2018

Birny Birdieni
26-01-2018 20:56

Kardinal Peter Kodwo Appiah Turkson. (AFP/Andreas Solare/AK9)

Davos, Gatra.com- Kardinal Gereja Katolik Roma Ghana, Peter Turkson berharap pidato Trump di World Economic Forum akan membawa harapan bagi dunia. "Mengakui bahwa keputusan yang dibuat di sini akan berdampak pada masyarakat. Saya kira seharusnya dia membawa pesan yang bisa memberikan harapan," kata Presiden dari lembaga kepausan untuk keadilan dan perdamaian itu dilansir dari CNBC, Jumat (26/1).

 

Pesan Kardinal Turkson tersebut atas nama mewakili Paus Fransiskus yang memberikan peringatan keras bahwa kapitalisme gagal melayani masyarakat secara efektif. Vatikan telah memberi nasihat kepada Trump tentang apa yang harus dia katakan selama pidatonya di depan pemimpin bisnis dan politik global dunia tersebut.

 

Kardinal Turkson juga menggarisbawahi pentingnya bagi Trump untuk memperluas fokusnya dari dunia bisnis dan elite politik. Sebagai gantinya, Presiden AS ke-45 itu harus mengenali orang-orang yang memprotesnya dan WEF awal pekan kemarin.

 

"Jangan hanya merayakan ekonomi dunia dan pemimpin ekonomi. Tapi juga memiliki rasa yang sangat banyak (kepada yang mendemonstrasikan) dan perlu dibantu," ungkap Kardinal Turkson menegaskan.

 

Selasa lalu, ribuan aktivis anti kapitalis bergerak melalui kota-kota Swiss untuk memprotes kunjungan Trump ke kota Alpine di Davos. Mereka berunjuk rasa sambil melambaikan pesan anti globalisasi dan lingkungan. "Tidak ada Trump, tiada ada batu bara, tidak ada gas, tidak ada bahan bakar fosil."

 

Pada audiensi antara Trump dan Paus Francis 24 Mei lalu, Paus sempat mengingatkannya tentan ambisi untuk mendapatkan untung dengan segala cara akan mendorong individualisme dan bukan inklusivitas. Paus juga menekankan tentang tumbuhnya fragmentasi antara negara dan institusi.

 

Trump dan Paus Francis memiliki beberapa pandangan berbeda dalam beberapa tahun terakhir ini. Misalnya mengenai isu-isu seperti migrasi, perubahan iklim dan tembok dinding AS-Meksiko. Setelah keduanya bertemu, Trump malah mengatakan kalau ia lebih bertekad dari sebelumnya. Menurutnya ini untuk mengejar perdamaian di dunia.      

 


Editor : Birny Birdieni

Birny Birdieni
26-01-2018 20:56