Main Menu

Pamer keberhasilan lawan Teroris, misi Trump berikutnya Afghanistan

Birny Birdieni
27-01-2018 06:38

(AFP/Fabrice Coffrini/AK9)

Davos, Gatra.com- Di ajang World Economic Forum (WEF), Davos, Swiss, Presiden Donald Trump juga pamer keberhasilan Amerika Serikat dalam memberantas terorisme. "Saya senang melaporkan bahwa koalisi untuk mengalahkan ISIS telah merebut kembali hampir 100% wilayah yang pernah dimiliki oleh para pembunuh tersebut di Irak dan Suriah," ungkapnya seperti dikutip dari CNN, Sabtu (27/1).

 

Intervensi di Irak dan Suriah melibatkan Combined Joint Task Force – Operation Inherent Resolve (CJTF–OIR) yang dibentuk sejak 10 Oktober 2014. Berjalan di bawah komando AS dan  melibatkan hingga 15 negara. Seperti diantaranya adalah Inggris, Prancis, Denmark, Belanda, Kanada dan Belgia. Hingga negara di timur tengah, yakni Yordania, Saudi Arabia, Turki serta Uni Emirat Arab.  

 

Pada 9 Desember 2017, Irak mendeklarasikan kemenangan akan ISIS dengan berhasil merebut Mosul kembali. Kemenangan mereka juga menegaskan tentang akhir dari perang di sana. Adapun ISIS berhasil didepak dari Raqqa, Suriah sejak Oktober lalu. Simbol kemenangan itu dilakukan dengan pengibaran bendera oleh Pasukan Demokratis Suriah (SDF). Upaya AS melawan ISIS di sana tak lepas dari peran Kurdistan, yang sedan berkonfrontasi dengan Turki.

 

Namun demikian, menurut Presiden ke-45 tersebut masih ada lagi pertempuran dan pekerjaan yang harus dilakukan. Yakni komitmen untuk memastikan kalau Afghanistan tidak pernah lagi menjadi tempat yang aman bagi teroris yang ingin melakukan pembunuhan massalmasyarakat sipil. 

 

Dalam kesempatan tersebut Trump juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada perwakilan negara-negara koalisi AS melawan teroris yang juga hadir di Davos. "Anda tidak hanya mengamankan warganegara Anda sendiri, tapi menyelamatkan nyawa dan memulihkan harapan bagi jutaan orang," ia menegaskan. 

 

Trump juga mengajak untuk para pemimpin yang hadir di Davos ikut dalam memberangus terorisme. "Kami meminta teman dan sekutu untuk berinvestasi dalam pertahanan mereka sendiri dan memenuhi kewajiban finansialnya," ungkapnya. Targetnya adalah keamanan bersama dengan kontribusi adil semua pihak.

 

"Kalau menyangkut terorisme, kita akan melakukan apapun yang diperlukan untuk melindungi bangsa kita. Kami akan membela warga negara kita dan perbatasan kita," kata Trump menegaskan.

 


Editor : Birny Birdieni

 

Birny Birdieni
27-01-2018 06:38