Main Menu

Pidato Trump Dinilai Lebih Kalem

Birny Birdieni
27-01-2018 09:56

(AFP/Fabrice Coffrini/AK9)

Davos, Gatra.com- Pidato Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menjadi agenda yang ditunggu-tunggu oleh semua pihak yang hadir di World Economic Forum (WEF), Davos, Swiss, Jumat (26/1) waktu setempat. Para peserta  pun "siap untuk menggigit" untuk mendengar wejangan Trump tersebut. 

 

Namun para peserta forum tersebut terkejut setelah mendengar apa disampaikan Presiden AS ke-45 itu. "Presiden Trump mengeluarkan sesuatu yang sebenarnya tidak saya ketahui ada dalam daftar lagu, yang membuatnya menenangkan ruangan dengan pidatonya," kata Presiden dan CEO Dewan Atlantik, Fred Kempe kepada CNBC. 

 

Mantan reporter Wall Street Journal yang menghadiri acara tersebut menggambarkan suasana itu sebagai "ruang panas". "Saya akan mengatakan 99% dari mereka  akan memilih Hillary Clinton jika mereka memiliki suara," kata Kempe. "Mereka siap untuk menggigit, siap untuk boo..., siap membenci apa yang dia (Trump) katakan," ungkapnya.

 

Faktanya, banyak peserta forum tidak meninggalkan ruang tempat Trump berpidato. "Jatuh cinta pada Donald Trump," kata Kempe. Jika pergi mereka merasa harus memeriksa kembali pemikiran mereka saat ini akan Trump sebagai seorang pemimpin. "Dan itu sama baiknya dengan apa yang bisa dapatkan  keluar dari sana," ia menegaskan.

 

Menurut Kempe, beberapa pemimpin di Davos yang sebelumnya tidak ingin berinvestasi di AS menjadi berubah pikiran. Bahkan pertunjukan tersebut mungkin telah memberi Trump sebuah undangan ke WEF tahun berikutnya.

 

Mantan Wakil Sekretaris Pers Gedung Putih dan Asisten Sekretaris Treasury untuk Presiden George W. Bush, Tony Fratto menyebut kalau fakta tentang "Trump agresif dan keras" yang sudah biasa orang lihat di televisi, tidak ada di sana. "Dia lebih pendiam, dan dia juga punya cerita bagus untuk diceritakan tentang Amerika Serikat," katanya.

 

Mantan penasihat ekonomi nasional di bawah Presiden Clinton dan Presiden Barack Obama, Gene Sperling menilai dengan tak ada komentar tak pantas membuat Trump terlihat dalam tone nada rendah. "Secara umum, reaksi positif  memperlihatkan kalau dia sama sekali tidak seburuk itu dengan menyinggung dan memecah belah yang pernah kita lihat sebelumnya," ungkapnya.

 

Namun pidato positif Trump tersebut dinilai tidak bisa menghapus kata-kata kotor yang pernah dia lontarkan untuk menggambarkan sekitar sepertiga negara di  forum tersebut. Meski demikian Sperling mendukung kehadirannya di forum tersebut. 

 

Tapi bagi Sperling, pidato Trump tidak menyajikan faktanya secara langsung. Yang paling menonjol adalah klaim kalau dia telah menciptakan sebuah era pekerjaan baru di bawah pemerintahannya.

 

Di bawah Trump, pertumbuhan pekerjaan telah berkurang 20% menjadi sekitar 171.000 per bulan. Dibandingkan empat tahun sebelumnya yang mencapai 214.000. "Saya tidak menyalahkannya atas semua itu. Saya hanya mengatakan ayolah," kata Sperling.  

 

Termasuk mengenai kondisi tingkat pengangguran nasional terendah selama 17 tahun, yakni sebesar 4,1% pada Desember 2017. Menurut Sperling itu karena rata-rata industri Dow Jones melewati rekor tertinggi 26.000 bulan ini."Apa pun yang baik terjadi adalah kelanjutan, termasuk beberapa kenaikan pendapatan, dari hal-hal yang telah terjadi sebelumnya," pungkas Sperling.

 


Editor : Birny Birdieni

Birny Birdieni
27-01-2018 09:56