Main Menu

BMW, VW Dan Mercedez Bantah Gunakan Monyet Dalam Ujicoba Gas Buang Beracun

Hendri Firzani
28-01-2018 07:23

Ilustrasi. (Shutterstock/AK9)

Jakarta, Gatra.com -  Skandal besar kembali menimpa pabrikan mobil-mobil Jerman. Setelah persoalan manipulasi data emisi gas buang yang melebihi standar Eropa , tiga tahun lalu, Daimler yang memproduksi Mercedez,  BMW dan Volkswagen, dikabarkan menyewa suatu lembaga penelitian yang menggunakan monyet dalam pengujian gas buang diesel yang diduga beracun.

 

Harian New York Time, jumat lalu menyebutkan pabrikan mobil Jerman telah menyewa jasa kelompok peneliti lingkungan hidup dan kesehatan Eropa sektor tranpsortasi atau EUGT, untuk meneliti penggunaan mesin diesel setelah diketahui bahwa gas buang diesel diduga mengandung bahan beracun.

  
EUGT yang menunjuk Lovelace Respiratory Research Institute (LRRI) di Albuquerque, New Mexico, ternyata melakukan eksperimen menggunakan binatang dalam pengujiannya tersebut. Mereka memasukan seekor monyet dalam sebuah ruangan kecil yang kemudian dimasukan asap dari pembuangan diesel mobil VW beetle.


EUGT menerima semua pendanaan dari VW, Daimler dan BMW, sebut New York Times. Sebagaimana dikutip dari Reuters, masih belum jelas apakah para produsen mobil tersebut mengetahui penggunaan monyet dalam ujicoba yang dilakukan EUGT tersebut. Penelitian oleh EUGT sendiri berakhir pada 30 Juni 2017, dan hasilnya tidak pernah diungkapkan.


Namun, dalam reaksinya atas pemberitaan New York Times tersebut sabtu kemarin (27/1), ketiga produsen mobil Jerman tersebut membantah dan mengecam penggunaan binatang dalam ujicoba tersebut. “Volkswagen Group tegas menghindari semua bentuk kekerasan terhadap binatang. Ujicoba menggunakan binatang bertentangan dengan standar etika kami,” ujar VW.


Hal sama juga diungkapkan BMW. “BMW group tidak pernah mengarahkan penelitian yang dilakukan EUGT,” ujar BMW. Begitu pula Daimler yang mengatakan tidak mentoleransi penggunaan binatang sebagai bahan percobaan emisi gas buang. “Daimler tidak mentoleransi atau mendukung setiap perlakuan tidak etis terhadap binatang,” ujar Daimler. 


 

Editor: Hendri Firzani

Hendri Firzani
28-01-2018 07:23