Main Menu

Uni Eropa Tolak Usulan Kesepakatan Perdagangan Bebas Layanan Keuangan Inggris Pasca-Brexit

Birny Birdieni
31-01-2018 18:41

Bendera Uni Eropa (Reuters/Toby Melville/yus4)

London, Gatra.com- Pasca-Brexit, Pejabat Komisi Eropa menolak usulan City of London untuk melakukan kesepakatan perdagangan bebas mengenai layanan keuangan. Ini menjadi sebuah pukulan besar bagi Inggris yang berharap masih tetap memiliki akses penuh ke pasar Uni Eropa.  

 

Rencana tersebut mengusulkan kalau Inggris dan Uni Eropa akan mengizinkan perdagangan lintas batas dalam layanan keuangan dengan syarat masing-masing pihak menjaga sesuai standar internasional. Model ini akan dipertahankan oleh kerja sama erat antara regulator dan pembuat kebijakan keuangan.

 

Sejak Inggris memilih untuk meninggalkan kawasan yang menjadi salah satu dari dua pusat keuangan teratas dunia itu 19 bulan lalu, beberapa perusahaan pembiayaan paling kuat dunia di London telah mencari cara untuk melestarikan perdagangan lintas batas di blok tersebut pada tahun 2019 mendatang.

 

Dalam sebuah pertemuan dalam beberapa pekan terakhir, Pejabat eksekutif Uni Eropa mengatakan kepada pemodal Inggris kalau mereka tidak akan menyetujui kemungkinan kesepakatan perusahaan pembiayaan untuk beroperasi di pasar masing-masing tanpa hambatan. Kepada Reuters, dua orang sumber yang menghadiri pertemuan tersebut menyebutkan alasannya karena Inggris telah berkomitmen meninggalkan pasar tunggal. 

 

Detil rinci proposal tersebut sejauh ini mengenai bagaimana kesepakatan jangka panjang layanan keuangan dengan Uni Eropa dapat berjalan baik setelah Brexit. Dimana dengan dokumen-dokumen terstruktur dan terawasi serta telah disetujui oleh menteri Brexit Inggris, David Davis.

 

Namun pejabat Uni Eropa mengabaikan setiap model perdagangan yang melihat Inggris memiliki tingkat akses pasar sama sambil meninggalkan rezim pasar tunggal. "Mereka telah menjelaskan dengan sangat jelas bahwa ini tidak dapat diterima oleh mereka. Ini adalah proposal terbaik dan terus terang saja kami tidak punya rencana B," kata seorang eksekutif senior Inggris di salah satu pertemuan tersebut. 

 

Layanan keuangan Inggris yang besar tampaknya menjadi salah satu bahaasan paling memecah belah pada perundingan Brexit. Dengan Inggris menuntut kesepakatan murah hati sedangkan Uni Eropa menolak beralih dari desakan tersebut membuatnya jadi tidak mungkin

 

Inggris saat ini menjadi rumah bagi sejumlah bank terbesar di dunia. Serta menjadi pasar asuransi komersial terbesar. Dimana nilainya mencapai 6 trilyun euro atau sama dengan US$7,47 trilyun. 

 

Angka ini sama dengan 37% aset keuangan Eropa dikelola oleh Inggris. Nilainya hampir dua kali lipat dari negara saingan terdekatnya, Prancis. London mendominasi industri perbankan investasi Eropa sebesar 5,2 trilyun euro.

 


 

Editor : Birny Birdieni

Birny Birdieni
31-01-2018 18:41