Main Menu

Ekspansi ke Cina, AstraZeneca Gandeng Alibaba dan Tencent

Birny Birdieni
03-02-2018 01:28

Logo AstraZeneca (REUTERS/Stefan Wermuth /File Photo)

London, Gatra.com- Cina menjadi pasar obat terbesar kedua setelah Amerika Serikat. Hal itulah yang kemudian membuat AstraZeneca mengembangkan bisnis ke "Negeri Bambu" itu lewat dua kesepakatan baru dengan perusahaan teknologi Cina Alibaba dan Tencent Holding. 

 

 

Kerjasama AstraZeneca ini dilakukan dengan Ali Health yang merupakan anak usaha Alibaba. Tujuannya adalah memberikan layanan kesehatan cerdas baru lewat internet dan Artificial Intelligence untuk membantu pasien menemukan obat yang tepat.

 

Adapun kesepakatan dengan Tencent adalah melibatkan pada pengembangan sistem pelacakan online dalam melawan obat palsu. Ini adalah problem yang lumrah terjadi di Cina. "Secara keseluruhan, kesepakatan ini akan mendorong hasil kesehatan lebih baik serta pemanfaatan obat-obatan kami dengan baik," ungkap CEO Pascal Soriot dikutip dari Reuters, Jumat (2/2).

 

Kesepakatan tersebut juga terjadi setelah AstraZeneca menciptakan pengembangan obat baru lewat usaha patungan dari dana ekuitas swasta dari Cina. Posisi perusahaan yang berkantor pusat di Cambridge itu baru memiliki lima obat baru yang ditambahkan ke Daftar Obat Penggantian Nasional.  

 

Kelima obat tersebut antara lain, Onglyza untuk diabetes. Lalu ada obat kanker yakni Iressa dan Faslodex. Juga obat jantung Brilinta dan pengobatan antipsikotik Seroquel.

 

Sebagai informasi, saat ini AstraZeneca menguasai 15% pasar obat di dunia. Di Cina, penjualannya tumbuh 30% pada kuartal IV 2017 lalu. Pascal menargetkan penjualan mereka akan terus tumbuh minimal ada di angka 20%.

 

 


Editor : Birny Birdieni

Birny Birdieni
03-02-2018 01:28