Main Menu

Oxfam Terancam Tidak Didanai Lagi oleh Inggris

Aditya Kirana
13-02-2018 04:38

Pejalan kaki berjalan melewati salah satu cabang Oxfam, di London, Inggris, (12/02). (REUTERS/Peter Nicholls/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Lantaran skandal sex dan penyewaan pelacur oleh stafnya, , Oxfam terancam tidak lagi mendapat kucuran dana dari Inggris. Aib lembaga kemanusiaan non pemerintah asal Inggris itu terjadi sejak 7 tahun lalu, namun baru terbongkar belakangan ini.

Adalah Menteri Pembangunan Internasional Inggris, Penny Mourdant yang memanggil seluruh staf hingga direktur Oxfam untuk menyelidiki lebih jauh tentang skandal tersebut. Berdasarkan hasil investigasi internalnya, Oxfam pun sudah memecat empat orang staf, dan tiga orang lainnya mengundurkan diri. Salah satunya adalah direktur program Oxfam di Haiti. Meski demikian, Oxfam menolak tuduhan menutupi skandal itu.

 

Mark Goldring, kepala eksekutif Oxfam kepada BBC mengatakan bahwa jika pihaknya mengumumkan detail persoalan pada saat itu juga, maka tentu akan menjadi perhatian ekstrem bagi mereka dan tidak ada pihak mana pun yang akan diuntungkan.

 

Untuk kasus memalukan ini Mourdant kemudian mengeluarkan ancamannya bahwa Oxfam tidak pantas menerima dana bantuan Inggris. Mourdant mengatakan bahwa tahun lalu saja, pemerintah sudah menggelontorkan dana senilai lebih dari 550 milyar rupiah untuk Oxfam.

 

Meski demikian, Downing Street sudah mengeluarkan pernyataan resminya. Theresia May mengatakan bahwa pihaknya tetap akan menggelontorkan dana 0,7 persen dari pendapatan nasionalnya untuk bantuan luar negeri meski mendapatkan banyak tekanan dari partai dan media terkait skandal Oxfam.

 

Sumber The Guardian di Downing Street juga mengatakannya bahwa ada aturan baku yang mengatur skema bantuan luar negeri. "Kami berkomitmen untuk tetap menyalurkan bantuan 0,7 persen karena itu adalah kewajiban hukum," ujar sumber tersebut.


Reporter : Aditya Kirana

Editor     : Cavin R. Manuputty

Aditya Kirana
13-02-2018 04:38