Main Menu

Dilema Brexit di Perbatasan Irlandia

Hendri Firzani
13-02-2018 09:41

Leo Varadkar(REUTERS/Clodagh Kilcoyne/re1)

Jakarta, Gatra.com - Perdana Menteri Inggris Theresa May  dan partnernya Perdana Menteri Irlandia  Leo Varadkar bekerjasama merampungkan perundingan mengenai perbatasan Irlandia dan Irlandia Utara. Sebagaimana diketahui, Irlandia utara yang merupakan wilayah otonom di bawah Inggris, memilih tetap bergabung di pasar tunggal Eropa.


Berbicara kepada wartawan, seusai pertemuan keduanya mengakui  pembicaraan mengenai nasib perbatasan "sedikit rumit". "Kedua pemerintahan berpandangan bahwa semua kembali pada kesepakatan bulan Desember," kata Varadkar.

Dia berbicara beberapa hari setelah Michel Barnier, juru runding Brexit dari Uni Eropa, mengatakan bahwa "penting untuk mengatakan yang sebenarnya" dan bahwa dengan keinginan Inggris ke luar Uni Eropa maka pemeriksaan di perbatasan tidak dapat dihindari.

Brussels (Uni Eropa) dan London menandatangani kesepakatan mengenai perbatasan pada bulan Desember lalu dengan tiga opsi: sebuah kesepakatan keseluruhan antara Inggris dengan Uni Eropa mengenai pengaturan perbatasan, pengaturan khusus perbatasan untuk Irlandia, dan jika tidak ada kesepakatan yang mampu  "menyelaraskan" antara perbatasan di utara dan selatan, maka secara efektif  Irlandia Utara akan tetap berada dalam aturna bea cukai Uni Eropa.


Varadkar mengatakan, "Kami berdua lebih memilih opsi A sebagai pilihan terbaik yang dengannya kami dapat menghindari rintangan baru di perbatasan Irlandia, dan melalui kesepakatan komprehensif dan perdagangan yang melibatkan Inggris dan Irlandia."


"Itu adalah cara terbaik untuk menghindari hambatan baru, utara dan selatan, dan juga timur dan barat, dan kami telah sepakat untuk bekerja sama di level resmi untuk melihat apakah kami dapat mencari solusi untuk melihat bagaimana hal itu dapat dicapai pada saat yang akan datang," tambah Varadkar.


Sumber di Dublin-ibukota Irlandia ,  telah menyatakan keprihatinannya bahwa Brexiters di partai Konservatif mencoba meyakinkan May untuk membalas komitmennya pada kesepakatan yang disepakati pada bulan Desember yang memungkinkan adanya "pengaturan peraturan penuh" antara Irlandia Utara dan Republik Irlandia.

Usulan awal Inggris di perbatasan Irlandia, yang diterbitkan pada Agustus lalu, mengusulkan pembebasan bea cukai untuk usaha kecil dan prekursor bagi pedagang besar sebagai cara untuk menghindari "infrastruktur perbatasan fisik dan pos perbatasan" atau pengawasan elektronik. "Kami pikir mereka akan kembali ke posisi Agustus," kata seorang sumber Dublin.


Michael D'Arcy, menteri keuangan Irlandia, mengatakan, Pemerintah Inggris telah menyepakati banyak hal pada desember 2017, dan diharapkan dapat menghormatinya. Neale Richmond, seorang senator Irlandia, memempertanyakan perundingan yang digelar Irlandia dan inggris. "Kami bertanya-tanya mengapa kita kembali ke tempat kita berada beberapa bulan yang lalu (kesepakatan Desember).  (Negosiasi tersebut] seharusnya tidak dibuka kembali," tegas Richmond.

 


Reporter: Aditya Kirana

Editor: Bernadetta Febriana

Hendri Firzani
13-02-2018 09:41