Main Menu

Misil Balistik Nuklir Russia Pernah Nyaris Meledak

Rosyid
01-03-2018 10:08

Wakil Perdana Menteri Russia Dmitri Rogozin. (REUTERS/Maxim Shemetov/FT02)

Moscow, Gatra.com - Kecelakaan terburuk yang melibatkan senjata nuklir nyaris terjadi pada Desember 2011. Hal itu diungkapkan Wakil Perdana Menteri Russia Dmitri Rogozin baru baru ini. Saat itu kapala selam pengangkut rudal nuklir balistik Ekaterinburg terbakar di galangan saat menjalani perbaikan ringan.


Kapal selam bertenaga nuklir yang dikenal sebagai K-84 itu dikelilingi perancah kayu ketika diparkir di galangan untuk perbaikan. Perancah kayu itu untuk pengerjaan pengelasan di haluan menjadi tangga api saat terjadi kebakaran. Api dengan cepat menyebar ke lapisan anechoic, karet kapal selam yang dirancang untuk meredam suara kapal agar tidak mudah dideteksi lawan. Api kemudian masuk ke ruang akustik yang dipenuhi cairan mudah terbakar.

Laporan saat itu, kebakaran berlangsung selama 20 jam. BBC menceritakan proses pemadaman melibatkan helikopter, kapal tunda, dan belasan awak pemadam kebakaran. Pada akhirnya kapal selam itu ditenggelamkan untuk memamdamkan api.

Kepada media saat itu, Rogozin mengatakan bahwa sebelum masuk galangan untuk perbaikan, senjata nuklir kapal selam itu dipindahkan lebih dulu. Hanya ada torpedo dan peluru kendali balistik konvensional. Namun akhirnya terungkap bahwa saat api menggulung kapal selam itu, senjata nuklir yang berbahan bakar cair itu masih ada didalamnya.

Jika rudal nuklir itu terbakar dan meledak, bencana radioaktif akan menyelimuti kota Murmansk yang berpenduduk 300.000 jiwa.

Ekaterinburg yang panjangnya 167 meter dibangun 1982 dan memiliki dua reaktor nuklir. Dengan kemampuan itu, kapal selama ini memiliki daya jelajah nyaris tak terbatas. Kapal selam ini diawaki 135 orang. Kapal selam ini mengangkut 16 rudal nuklir R-29RM yang berbahan bakar cair. Setiap misil itu mengangkut 4 kepala nuklir. Ada empat peluncur torpedo yang bisa meluncurkan belasan torpendo konvensional dan nuklir, termasuk RPK-2 Viyoga, peluru kendali anti kapal selama.




Editor: Rosyid

Rosyid
01-03-2018 10:08