Main Menu

Retno Ajak Umat Islam Indonesia dan Rusia Sebarkan Perdamaian

Bernadetta Febriana
13-03-2018 08:47

Menlu Retno Marsudi melakukan kunjungan kerja ke Rusia. (Dok. KBRI Moskow/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Meski disambut cuaca dingin -8 derajat Celcius tidak menyurutkan langkah Menteri Luar Negeri untuk berkunjung ke beberapa tempat di Moskow, Rusia. Salah satunya adalah  bertemu dengan Wakil Ketua Mejelis Muslim Federasi Rusia, Damir Gizatullin, di Masjid Agung Moskow. 

Dalam pertemuan tersebut, Retno mengajak umat Islam di Rusia, yang jumlahnya sekitar 25 juta umat, untuk bersama dengan umat Muslim di Indonesia, menyebarkan nilai-nilai perdamaian dan teloransi. 

“Indonesia memiliki umat Muslim terbesar dunia dan Rusia jumlah muslimnya juga cukup banyak, sehingga akan baik apabila hubungan bisa ditingkatkan dan sama-sama menyebarkan nilai-nilai perdamaian dan teloransi yang saat ini dibutuhkan,” kata Retno kepada Wakil Ketua Mejelis Muslim Federasi Rusia.

Masjid Agung Moskow adalah salah satu masjid terbesar tidak hanya di Rusia, tetapi juga di Eropa yang dibangun pertama kali pada tahun 1904. Pada tahun 1956, Presiden Soekarno juga sempat berkunjung ke Masjid Agung ini.

Untuk menampung jemaah yang semakin besar, masjid tersebut dibongkar dan dibangun kembali pada tahun 2011, serta diresmikan sehari sebelum Idul Adha pada bulan September 2015 oleh Presiden Vladimir Putin.  

Di Masjid Agung Moskow juga terdapat sekolah untuk mendidik dan mempersiapkan para imam dan khatib. Menanggapi Wakil Ketua Majelis Muslim Federasi Rusia mengenai sekolah tersebut, Retno mengusulkan dilakukannya pertukaran imam. Lebih lanjut, Retno juga menyampaikan rencana pertemuan interfaith dialog Indonesia-Rusia pada akhir tahun ini, dan harapkan dukungan dari Dewan Mufti Rusia.

Kunjungan Retno ke Rusianyang dimulai Senin (12/03) dalam rangka pertemuan bilateral dengan Menlu Rusia Sergei Lavrov. Beberapa isu yang akan dibahas antara lain kerjasama ekonomi, berbagai isu internasional termasuk Palestina. Rencana kedatangan Presiden Rusia Vladimir Putin juga termasuk yang akan dibahas kedua menlu tersebut. 


Editor : Bernadetta Febriana 

Bernadetta Febriana
13-03-2018 08:47