Main Menu

Rusia Usir 23 Diplomat Inggris dan Tutup Pusat Kebudayaan Inggris di Moskow

Cavin Rubenstein M.
17-03-2018 20:55

Duta Besar Inggris untuk Rusia Laurie keluar dari gedung kementerian Luar Negeri Rusia. (17/03). (REUTERS/Gleb Garanich/FT02)

Moskow, Gatra.com - Krisis diplomatik antara Rusia dengan Inggris memasuki babak baru. Sabtu (17/3) ini, Rusia mengusir 23 diplomat Inggris serta menutup pusat kebudayaan Inggris, British Council, di Moskow. Selain itu, Rusia juga menutup kantor konsulat jenderal Inggris di St.Petersburg.


Menurut keterangan kementerian Luar Negeri Rusia yang dikutip oleh Reuters, pengusiran itu adalah jawaban atas tindakan provokatif Inggris yang didasari oleh tuduhan tidak berdasar. "London harus siap menerima balasan tegas lainnya bila mereka [Inggris] kembali tidak bersahabat," demikian bunyi keterangan dari Kemlu Rusia tersebut.

Langkah Rusia ini bisa dibilang sebagai respon atas kebijakan Inggris yang Rabu (14/3) kemarin juga mengusir 23 diplomat Rusia dari London. Baku usir itu adalah buntut dari penyerangan terhadap mantan mata-mata Rusia, Sergei Skripal (68), dan anaknya, Yulia Skripal (33) di Salisbury, Inggris, beberapa waktu lalu. Kedua orang itu kini sedang dalam kondisi kritis di rumah sakit.

Keputusan untuk mengusir diplomat itu disampaikan Kementerian Luar Negeri Rusia saat mereka memanggil Duta Besar Inggris, Laurie Bristow, Sabtu pagi, di Moskow. Seusai pertemuan tersebut, Bristow menjelaskan kepada wartawan bahwa Inggris mengusir diplomat Rusia dari London karena mereka tidak bisa menjelaskan hal-ihwal racun saraf yang menyerang Sergei dan Yulia bisa sampai di Salisbury.

"Tanggapan Rusia ini tidak mengubah kenyataan bahwa Rusia patut diduga terlibat percobaan pembunuhan terhadap dua orang itu di wilayah Inggris," kata Bristow.



Editor : Cavin R. Manuputty

Cavin Rubenstein M.
17-03-2018 20:55