Main Menu

Putin Diprediksi Menang Pemilu

Cavin Rubenstein M.
18-03-2018 15:20

Presiden Rusia sekaligus kandidat presiden Rusia pada pemilu mendatang, Vladimir Putin. (REUTERS/Yuri Kadobnov/FT02)

Moskow, Gatra.com - Presiden Rusia Vladimir Putin diprediksi akan kembali menang dalam Pemilihan Presiden yang berlangsung di Rusia, Minggu (18/3) ini.



Seperti dilansir oleh Reuters, berbagai survei memprediksi dukungan untuk Putin berkisar di angka 70%. Itu Bila ia kembali menang di Pilpres 2018 ini, Putin akan menjabat untuk periode keduanya yang berakhir 2024 nanti.

Bila dihitung dengan jabatan sebelumnya sebagai Perdana Menteri (2000-2008), lamanya masa jabatan Putin di puncak kekuasaan Rusia, hanya bisa ditandingi oleh pemimpin Uni Soviet silam, Josef Stalin yang memerintah Rusia selama 30 tahun.

Dalam laporan Reuters disebutkan, banyak pemilih Rusia mendukung mantan agen KGB itu karena ia dinilai bisa mempertahankan dan membela Rusia di tengah kepungan dunia yang berbahaya. Meski harga yang harus mereka bayar untuk sikap defensifnya adalah konfrontasi dengan Barat.

Contohnya dalam seminggu terakhir ini, Rusia dan Inggris terlibat dalam ketegangan diplomatik. Kedua negara saling mengusir diplomat. Pangkal masalahnya adalah Inggris menuduh Rusia telah meracuni Sergei Skripal dan anaknya, di kota Salisbury, Inggris. Tuduhan itupun dibantah oleh Rusia.

Dominasi Vladimir Putin di panggung politik Rusia memang tidak terhindarkan. Wajahnya adalah yang paling sering muncul di stasiun televisi resmi milik pemerintah. Segala aktivitas Putin ramai diberitakan oleh televisi tersebut, jauh berbanding terbalik dengan para rival politiknya. Ironisnya, stasiun televisi milik pemerintah itu adalah sumber utama berita bagi kebanyakan masyarakat Rusia.

Tak heran bila dalam survei terakhir yang digelar VTsIOM, 9 Maret kemarin, menempatkan elektabilitas Putin di angka 69%. Pavel Grudinin, rival terdekatnya yang berasal dari Partai Komunis, hanya mengantongi elektabilitas 7%.

Tokoh politik populer yang tadinya difavoritkan bisa menjadi lawan seimbang Putin, Alexei Navalny, dilarang melanjutkan pencalonannya karena diduga tersangkut kasus korupsi. Tuduhan ini, menurut Alexei, adalah buatan pemerintah belaka.




Editor : Cavin R. Manuputty

Cavin Rubenstein M.
18-03-2018 15:20