Main Menu

Dalam 10 Tahun, Uni Eropa Hanya Cabut Larangan Terbang 7 Maskapai

Abdul Rozak
15-06-2018 19:37

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso (Dok. Kemenhub/yus4)

Jakarta, Gatra.com – Sebanyak 62 maskapai nasional bisa dan telah memenuhi syarat terbang ke negara-negara Uni Eropa pasca pencabutan EU Flight Ban, Kamis (14/6) malam. Keluarnya Indonesia dari daftar hitam penerbangan Uni Eropa yang bertepatan dengan perayaan Idul Fitri 1439 H tersebut akan berdampak positif bagi perdagangan dan perekonomian Indonesia.

 

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso mengatakan pencabutan flight ban dilakukan UE secara bertahap. Dalam 10 tahun, dari 2009 – 2016, UE hanya mencabut flight ban untuk 7 maskapai.

“Dalam kurun waktu 10 tahun, UE mencabut flight ban ke Uni Eropa hanya 7 maskapai. Sementara di tahun 2018, UE mencabut larangan terbang untuk 55 maskapai,” kata Agus kepada wartawan di Jakarta, Jumat (15/6).

Untuk pencabutan flight ban, UE telah melakukan EU Assessment Visit ke Indonesia pada 12–21 Maret 2018. Hasil assessment kemudian dievaluasi menyeluruh dalam sidang Air Safety Committee yang terdiri dari 27 negara Uni Eropa di Brussel pada 30 Mei 2018 lalu.

“Ditjen Perhubungan Udara dan perwakilan tiga maskapai nasional yaitu Wings Air, Sriwijaya Air dan Susi Air sukses mempresentasikan dan mempertahankan keselamatan penerbangan di Indonesia,” lanjut Agus.

Agus menambahkan keputusan Uni Eropa mencabut larangan terbang bagi 62 maskapai nasional akan berdampak besar bagi perekonomian dan perdagangan Indonesia dan UE. Misalnya sektor pariwisata yang akan terdampak langsung atas keputusan tersebut.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyambut baik EU Flight Ban. Pencabutan tersebut merupakan pengakuan UE kepada pemerintah Indonesia dalam meningkatkan keselamatan penerbangan di tanah air.

“Pencabutan tersebut adakah bentuk pengakuan UE kepada pemerintah Indonesia yang concern dan terus meningkatkan keselamatan dunia penerbangan di tanah air,” kata Menlu Retno.

Reporter: Abdul Rozak

Editor: G.A. Guritno

Abdul Rozak
15-06-2018 19:37