Main Menu

Carrefour-Tesco Melakukan Aliansi Pembelian Produk

G.A Guritno
06-07-2018 10:55

Ilustrasi Gerai Carrefour. (Dok. GATRA/FT02)

Artikel Terkait

Paris, Gatra.com - Grup supermarket terbesar di Eropa, Carrefour dan Tesco pertengahan pekan ini sepakat untuk membentuk aliansi pembelian global dari para pemasok besar.

 

Langkah tersebut, seperti dilaporkan oleh Reuters, merupakan upaya mereka untuk meningkatkan posisi tawar dari para pemasok utama, sehingga dapat menurunkan biaya pengadaan barang.

Dengan gabungan penjualan tahunan hingga US$ 170 miliar, kemitraan tersebut dirancang untuk menaikan posisi tawar dan mendapatkan kesepakatan yang lebih baik dari para pemasok utama seperti Nestle, Procter & Gamble, Unilever, Danone dan lainnya.

Langkah ini dipercaya akan membantu dua peritel besar asal Perancis dan Inggris itu dapat bersaing keras dalam harga.

Aliansi seperti itu menjadi semakin umum di sektor ritel Eropa ketika pasar swalayan bersaing untuk menekan harga agar bisa melawan kelompok-kelompok diskon yang dimiliki grup swalayan asal Jerman, Aldi dan Lidl, serta raksasa internet Amerika Serikat (AS), Amazon.

Saat ini Carrefour sedang berjuang di negerinya, sementara Tesco dapat kehilangan posisi nomor satu di Inggris, setelah swalayan peringkat kedua Sainsbury setuju untuk membeli Asda yang dimiliki oleh Wal-Mart, pemain nomor tiga di Inggris.

Menurut CEO Carrefour, Alexandre Bompard kepada Reuters, langkah tersebut merupakan strategi umum dengan menggabungkan keahlian pembelian dari dua pemimpin dunia, yang akan saling melengkapi dalam cakupan geografis masing-masing.

Kesepakatan itu akan berlaku resmi dua bulan ke depan dan di awal akan berjalan selama tiga tahun. Aliansi akan mencakup pembelian bersama produk dan barang merek-merek sendiri yang digunakan oleh perusahaan, serta pemasaran dan pengumpulan data.

Sementara itu untuk makanan segar, kedua perusahaan akan tetap bekerja dengan pemasok di tingkat lokal dan nasional.

“Dengan bekerja sama dan memanfaatkan keahlian produk dan kemampuan sumber kolektif kami, kami akan dapat melayani pelanggan kami lebih baik lagi,” kata CEO Tesco, Dave Lewis, yang mantan eksekutif Unilever.

Carrefour, yang memulai pembicaraan dengan Tesco musim gugur lalu, mengambil manfaat dari keahlian Tesco dalam produk-produk dengan label sendiri, kata analis Morningstar.

Menurut Euromonitor International, gabungan Carrefour dan Tesco akan memegang 8 persen pangsa pasar kelontong Eropa Barat, di depan pemilik Lidl di 6 persen dan Aldi Group di 5 persen.

Swalayan berdiskon asal Jerman, yang beroperasi di Eropa, Amerika Serikat dan China itu, telah mengembangkan rantai pasokan global yang kuat karena pembelian mereka dari berbagai ragam produk yang sempit telah dibeli dengan volume besar.

Analis di Jefferies memperkirakan kesepakatan itu dapat menghasilkan total penghematan awal sebesar £ 400 juta atau € 450 juta. Beberapa analis berspekulasi bahwa aliansi Carrefour-Tesco bahkan bisa menjadi pelopor untuk merger antara keduanya.

Carrefour, pengecer terbesar di Eropa, menghasilkan sebagian besar penjualan senilai € 88 miliar (US$ 102,5 miliar) di Eropa dan Brasil. Sementara Tesco telah  beroperasi di Inggris, Irlandia, Eropa Timur, Malaysia, dan Thailand, dan memiliki grosir yang hadir di India.

Editor: G.A. Guritno

G.A Guritno
06-07-2018 10:55