Main Menu

Ada 20 Ribu Lowongan, Tenaker Terlatih Indonesia Dibutuhkan di Polandia

Bernadetta Febriana
11-09-2018 22:29

Dubes RI untuk Warsawa, Polandia, Peter F Gontha. (Dok.GATRANEWS/RT)

Jakarta, Gatra.com - Polandia membutuhkan sekitar 20 ribu tenaga kerja asing. Dubes RI untuk Warsawa, Polandia, Peter F Gontha berharap tenaga kerja asal terlatih dan terdidik Indonesia bisa mengisi lapangan pekerjaan tersebut karena pihak Polandia menawarkan kepada Indonesia. Sayang, pihak pemerintah sering lambat merespon permintaan ini.

 

Demi mempercepat proses, Peter akhirnya melakukan pendekatan langsung dari agen ke agen. "Selain itu, saya juga mengatakan kepada pihak Polandia supaya membuka sebuah website dimana warga negara Indonesia bisa langsung melamar disitu," ujar Peter kepada Gatra.com.

Kekosongan tenaga pekerja di Polandia disebabkan karena warga Polandia yang memilih untuk bekerja di luar negeri seperti Jerman dan juga Spanyol. "Mereka ini pendidikannya tinggi, overeducated, mereka tidak mau kerja di negaranya sendiri, walhasil yang di Polandia jadi butuh orang," kata Peter.

Meski memiliki laut yang tidak seluas Indonesia, lanjut Peter, Polandia memiliki industri perkapalan yang cukup maju. "Tapi tidak ada orang Polandia yang bekerja disitu, jadi mereka butuh orang Indonesia yang bisa bekerja di industri perkapalan," ujar Peter, yang juga pengusaha dan tokoh festival musik di Indonesia ini.

Peter agak menyayangkan karena dari pihak pemerintah Indonesia agak lambat, maka beberapa pos pekerjaan sudah diisi oleh mereka yang berasal dari Vietnam juga Nepal. "Malaysia juga sudah banyak yang masuk, tapi kita masih punya kesempatan, jadi harus cepat," katanya.

Maka dari itu, Peter kemudian menghubungi rekannya sesama pengusaha di Indonesia, Benny Kusbini, yang telah berpengalaman juga mengirimkan tenaga kerja profesional terdidik ke negara lain.

Akhirnya pada Mei 2018 lalu, Benny berangkat ke Polandia dan telah bertemu dengan perusahaan-perusahaan yang membutuhkan serta agen yang juga menjadi penyalur tenaga kerja asing. "Jadi mereka masih membutuhkan banyak, seperti di bidang perkapalan, senjata dan juga manufaktur," ujar Benny saat dihubungi Gatra.com.

Untuk tahap awal, Benny akan menyalurkan sekitar 10 hingga 40 tenaga terdidik ke beberapa perusahaan tersebut. "Nantinya Oktober mereka akan ke Indonesia dahulu, untuk melakukan proses seleksi," ujar Wakil Ketua Komite Tetap bidang Holtikultura KADIN ini.

Nantinya, secara bertahap akan bertambah menjadi 200 orang. "Saya cari di beberapa BLK seperti di Serang juga Kuningan," ujarnya.

Kelemahan di Indonesia, imbuh Benny, adalah banyak tenaga kerja yang tidak tahu pasarnya. "Makanya kita bantu salurkan, ini memang antara pemerintah dan juga swasta harus bergandengan tangan, bekerja sama," katanya.

Tidak hanya Polandia, tambah Benny, beberapa negara seperti Jepang juga Jerman banyak membutuhkan tenaga kerja terlatih dari Indonesia. "Jadi memang harus ceppat, jangan sampai hanya dikuasai oleh tenaker dari Vietnam, Filipina dan Bangladesh saja," kata Benny.


Bernadetta Febriana

 

Bernadetta Febriana
11-09-2018 22:29