Main Menu

Personil Pussy Riot Kemungkinan Diracun

Bernadetta Febriana
18-09-2018 23:12

Personil band Pussy Riot dari Rusia, Pyotr Verzilov.(reuters/re1)

Jakarta, Gatra.com - Personil band Pussy Riot dari Rusia, Pyotr Verzilov, diperkirakan sengaja diracun dan saat ini dalam perawatan di Berlin, Jerman.

 
Hal itu dikatakan oleh Dr. Karl Max Einhaeupl, kepala The Charite Hospital, Berlin, tempat Pyotr dirawat. “Kita belum memiliki indikasi apakah ini infeksi atau penyakit metabolik,” ujarnya kepada media,seperti dilansir dari NPR.

Yang jelas, menurut dokter yang merawatnya di ICU, racun tersebut menyerang sistem syarafnya yang menyebabkan adanya sindrom antikolinergik (sindrom yang mempengaruhi fungsi persyarafan). “Racun tersebut bisa berasal dri obat-obatan, bisa juga dari tanaman,”ujar Dr. Kai-Uwe Eckardt.

Pussy Riot memang kerap melancarkan kritik terhadap pemerintahan Presiden Vladimir Putin. Pada final Piala Dunia di Moskow, Juli lalu, Pyotr dan kawan-kawannya masuk lapangan saat pertandingan masih berlangsung. Atas aksi itu,mereka dihukum penjara selama 15 hari.

Dr. Kai-Uwe menjelaskan kronologi kejadian yang menimpa Pyotr berdasarkan keterangan dari rekan dan keluarga Pyotr. “Pada tanggal 11 September, di gedung pengadilan di Moskow, Pyotr menghadiri kesaksian rekannya di pengadilan,” ujarnya.

Ia kemudian pulang ke rumah dengan menggunakan taxi ke apartemennya dan saat itu kekasihnya yang menemaninya menyadari bahwa pupil mata Pyotr tidak wajar. Pada pukul 6 sore, Pyotr mengabari kekasihnya bahwa kondisinya memburuk. 

Sesampainya di rumah sakit di Moskow, Pyotr kemudian dipompa perutnya. Dengan kondisi yang makin memburuk, ia ditransfer ke rumah sakit lain dan pasda Sabtu malam pekan lalu, ia ditransfer lagi ke sebuah rumah sakit di Jerman. 

Kai-Uwe menyatakan tes racun yang mereka lakukan tidak menunjukkna jejak racun. “Tentunya itu tidak mengherankan karena perutnya sudah dipompa di rumah sakit Moskow dan ia baru tiba di sini beberapa hari setelah kejadian,” ujarnya. 

Pihak pemerintahan Rusia belum memberikan tanggapannya atas pernyataan para dokter di Berlin tersebut.


Bernadetta Febriana 

Bernadetta Febriana
18-09-2018 23:12