Main Menu

Presiden Iran, Curhat soal Peristiwa Mina di Sidang Umum PBB

Dani Hamdani
27-09-2015 22:50

Jamaah Haji korban tragedi di Mina (AFP/STR)

New York, GATRANews - Presiden Iran Hassan Rouhani memanfaatkan dengan jitu kesempatan pidato pada Sidang Umum PBB, Sabtu (Minggu WIB) untuk menumpahkan uneg-uneg soal Tragedi dalam Pelaksanaan Haji tahun ini, sekaligus memukul musuh bebuyutan politiknya di Timur Tengah, Arab Saudi.

 

Dalam pidatonya dihadapan 193 perwakilan negara di Sidang Umum PBB tersebut, Rouhani menekankan perlunya diadakan penyelidikan atas insiden Mina serta insiden yang terjadi sebelumnya pada saat musim haji.

 
Rouhani menggambarkan tewasnya 700 lebih jemaah haji akibat berdesak-desakan dan terinjak-injak itu sebagai sebuah kejadian "yang mengiris hati."

 
Iran berulangkali menyampaikan kemarahan atas tewasnya 131 jemaah warga mereka mereka saat menjalankan ibadah haji tersebut.
  
Fakta bahwa Rouhani memanfaatkan pertemuan global tersebut untuk menyampaikan kemarahan Iran atas tragedi Mina tersebut merupakan isyarat bahwa negara tersebut masih belum berniat untuk menurunkan kecaman terhadap Saudi Arabia, negara saingan di Timur Tengah.
 

Baik Iran maupun Saudi Arabia seolah-olah menempatkan diri sebagai pemimpin dunia Islam.


Pihak pemerintah Saudi Arabia, Jumat menduga bahwa sebagian jemaah tidak mematuhi aturan yang ditujukan untuk mengatur arus jemaah.
 
 
Raja Saudi Arabia, Salman telah memerintahkan agar manajemen penyelenggaraan haji ditinjau kembali, sementara Menteri Kesehatan Khalid al-Falih berjanji untuk melakukan investigasi atas insiden tersebut.
 
 
Menteri Luar Negeri Saudi Arabia Adel al-Jubeir membalas kecaman Iran tersebut dan berbalik menuduh bahwa Iran memanfaatkan tragedi tersebut untuk kepentingan politik.
 

"Ini bukan tempatnya untuk bermain politik," kata al-Jubeir saat bertemu Menteri Luar Negeri AS John Kerry.
 

"Saya berharap agar para pemimpin Iran bisa lebih sensitif dan bijak sehubungan dengan tragedi tersebut dan menunggu hasil penyelidikan," katanya.
 

Rouhani pada pernyataan sebelumnya, Jumat, menduga bahwa tragedi Mina tersebut bisa saja terjadi akibat keputusan Saudi Arabia mengirim pasukan berpengalaman ke Yaman untuk memerangi pemberontak Houthi dukungan Iran.

 
Dua minggu sebelumnya, sebanyak 110 orang tewas di komplek Masjidil Haram di Mekah ketika sebuah crane roboh akibat terpaan hujan badai.

 
Dalam Sidang Umum PBB tersebut, Rouhani juga menyinggung soal perjanjian nuklir yang bersejarah antara Iran dan AS, Inggris, Perancis, Jerman, Rusia dan Tiongkok sehingga telah menciptakan situasi regional dan internasional yang kondusif, termasuk di bidang pelestarian lingkungan

Editor: Dani Hamdani 

Dani Hamdani
27-09-2015 22:50