Main Menu

Pesawat Rusia Jatuh di Mesir, 224 penumpang tewas

Dani Hamdani
01-11-2015 07:06

Pesawat Metrojet milik Kolaglymavia Airline (Marina Lystseva/TASS)

Ismailia, Mesir, GATRANews - Sebuah pesawat Rusia yang membawa 224 penumpang sipil dilaporkan jatuh di daerah pegunungan di semenanjung Sinai, Mesir tak lama setelah hilang kontak saat mendekati ketinggian jelajah pada Sabtu waktu setempat (31/10/15).

 

Pesawat Airbus A321, yang dioperasikan oleh maskapai Rusia Kogalymanvia di bawah brand Metrojet, dalam penerbangan dari resor Laut Merah Sham el-Sheikh menuju St Petersburg, Rusia, ketika jatuh di tengah Sinai setelah fajar, kata menteri Rusia itu seperti dilaporkan Reuters.
 

"Saya sekarang melihat adegan tragis," kata seorang petugas keamanan Mesir di lokasi kejadian. Menurutnya, banyak yang tewas tergeletak di tanah dan banyak yang meninggal dunia dalam posisi mengenakan sabuk pengaman di kursi.
 

Pesawat dilaporkan terbelah menjadi dua, sebagian kecil dengan ujung ekor terbakar dan bagian yang lebih besar menabrak tebing batu. "Kami telah mengevakuasi setidaknya 100 mayat dan sisanya masih di dalam (pesawat)," kata petugas itu sperti dilaporkan Antara.
 

Kedua kotak hitam telah ditemukan, kata Mohamed Hossam Kemal, menteri penerbangan sipil Mesir.

 
Kemal mengatakan, komunikasi antara pesawat dengan petugas kontrol lalu lintas udara (air traffic control) sebelum kecelakaan semua normal dan tidak ada yang tidak teratur sebelum kecelakaan.

 
Perdana Menteri Mesir Sherif Ismail juga menggelar konferensi pers dan mengatakan tidak ada yang aktivitas di luar kebiasaan di balik kecelakaan itu, namun fakta belum jelas sampai penyelidikan lebih lanjut dilakukan.

 
Ismail mengatakan 129 mayat sejauh ini telah dievakuasi dan kemungkinan ditemukan korban selamat hampir mustahil.
 
 
Sebuah kelompok militan yang berafiliasi dengan Negara Islam di Mesir, Provinsi Sinai, dalam sebuah pernyataan di Twitter mengklaim telah menjatuhkan pesawat itu untuk merespons serangan udara Rusia yang menewaskan ratusan umat Islam di tanah Suriah.
 
 
Namun Menteri Transportasi Rusia kepada kantor berita Interfax mengatakan "itu tidak akurat." Kelompok militan di daerah Sinai, Mesir, itu diragukan punya rudal yang mampu menembak pesawat dalam ketinggian 30.000 kaki.
 
 
Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi menjanjikan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membolehkan para ahli Rusia bergabung dalam investigasi penyebab jatuhnya pesawat.
 

Putin mengumumkan hari Minggu sebagai hari bergabung nasional. Para penumpang dalam pesawat itu termasuk 214 warga Rusia dan tiga warga
Ukraina.
 

Airbus A321 merupakan sebuah jet jarak menengah dan telah dioperasikan oleh Metrojet sejak 2012, dengan lebih 1.100 beroperasi di seluruh dunia dan memiliki catatan keamanan baik. 

Editor: Dani Hamdani  

Dani Hamdani
01-11-2015 07:06