Main Menu

ISIS Klaim Taruh Bom pada Metrojet Rusia yang Jatuh di Gurun Sinai

Dani Hamdani
19-11-2015 06:59

Kecelakan Pesawat Rusia di Mesir versi ISIS ( Majalah ISIS DABIQ edisi November 2015)

Kairo, GATRANews - Kelompok militan ISIS mengaku jatuhnya pesawat Metrojet Rusia di Gurun Sinai 31 Oktober lalu disebabkan oleh bom yang mereka selundupkan ke pesawat penumpang sipil tersebut. Musibah yang menewaskan 224 orang itu, menurut hasil penyelidikan, memang disebabkan oleh sebuah ledakan.

 

Semula berkembang dugaan pesawat itu ditembak oleh kelompok Islam garis keras yang menamakan diri Negara Islam Irak Suriah (ISIS). Namun para pakar keamanan barat percaya ISIS belum punya kemampuan menembak pesawat yang berada di ketinggian 30.000 kaki.

 

ISIS mengaku menyelundupkan sebuah bom ke pesawat penumpang Rusia itu, setelah menemukan "cara untuk menembus pengamanan" di bandar udara Mesir. 

 

Untuk memperkuat klaim mereka, kelompok yang dalam bahasa Arab disingkat Daesh itu menyebarkan foto-foto ledakan, yang tampaknya berasal dari sebuah botol minuman soda, juga gambar paspor milik para penumpang yang tewas dan diambil dari lokasi jatuhnya pesawat di Semenanjung Sinai, lapor AFP.

 

Dalam edisi terbaru majalah online resminya, Dabiq, ISIS mengatakan bahwa pada awalnya mereka berencana menjatuhkan pesawat milik salah satu negara anggota koalisi pimpinan Amerika Serikat, yang melancarkan serangan terhadap kelompok ISIS di Irak dan Suriah. 

 

Namun, seperti dilaporkan Antara, milisi akhirnya memutuskan menjadikan pesawat Rusia itu, yang berangkat dari Sharm el-Sheikh di Laut Merah, sebagai target setelah Moskow mulai melancarkan serangan udara di Suriah pada akhir September. 


Editor: Dani Hamdani 

Dani Hamdani
19-11-2015 06:59