Main Menu

Produk Trump Home Diturunkan dari 190 Toko  di Timur Tengah

Dani Hamdani
10-12-2015 10:46

Trump Home (artayan.com)

Dubai, GATRANews - Penyataan anti-muslim Donald Trump mulai memukul pundi-pundi uangnya. Sentimen permusuhan pada muslim dalam kampanye pencalonan sebagai kandidat Presiden Amerika , membuat beberapa produk berbau Trump di turunkan dari ratusan toko di Timur Tengah. 

 

Landmark, salah satu grup ritel terbesar di Timur Tengah yang memiliki gerai di 190 swalayan di Timur Tengah, Afrika dan Pakistan, menyatakan telah menarik semua barang dagangan Trump Home dari rak-rak pajang mereka.

 

Beberapa produk "Trump Home" seperti  "lampu meja antik dengan taburan kristal, kotak hiasan dengan taburan bulu merak dan berlapis emas" itu dijual hanya di pusat perbelanjaan kelas atas di Timur Tengah.

 

"Mengingat pernyataan yang belum lama ini disampaikan oleh calon presiden itu di media AS, kami menghentikan penjualan semua produk Trump Home," kata CEO Sachin Mundhwa via email tanpa menyebutkan nilai kontrak untuk produk Home Trump itu, demikian Reuters.

 

Konglomerat real estate dan bintang reality show ini lebih banyak mendapat keuntungan dari menjual nama Trump atau lisensi namanya untuk lapangan golf, dan produk barang mewah dan produk retail, ketimbang dari memiliki atau mengoperasiankan sendiri properti.

 

Salah satu megaproyek Trump yang sudah jalan adalah “Trump World Golf Club” di Dubai bekerjasama dengan Hussain Sajwani, konglomerat bidang properti dari Damac Group dengan nilai investasi diperkirakan US$ 6 miliar. 

 

AKOYA, kawasan seluas 42 juta kaki persegi (sekitar 390 hektar) yang terdiri dari 104 vila dan mansion dengan harga paling murah US$ 1 juta hingga US$ 10 juta. Bulan November lalu, villa kelas US$ 1 juta sudah mulai dijajakan oleh Damac.

 

Sejauh ini DAMAC belum menunda atau membatalkan kerjasama dengan Trump. DAMAC beralasan memisahkan antara bisnis dengan politik Trump.

 

"Kami ingin menekankan bahwa kerjasama kami dengan Organisasi Trump sebagai salah satu operator lapangan golf premium di dunia," kata juru bicara DAMAC Niall McLoughlin seperti dikutip The Guardian.

 

“Jadi kami tidak mau memberi komentar atas agenda politik Mr Trump juga tak ada komentar soal debat internal politik di Amerika," ujar McLoughlin lagi.

 

Komentar malah datang dari konglomerat lain di Dubai, yang sebelumnya pernah bekerjasama dengan Trump. Milyuner konstruksi Khalaf al-Habtoor, pada Reuters menyatakan, Trump telah menghancurkan prospek bisnisnya di kawasan Timur Tengah.

 

"Dia betul betul telah menciptakan perang. Dia menciptakan permusuhan antara muslim dan kristen," kata Habtoor yang pernah bekerjasama untuk membangun Trump International Hotel & Tower di Dubai.

 

"Banyak kaum Muslim menanamkan ratusan miliar dolar di Amerika dan menciptakan banyak pekerjaan di sana. Mereka bisa memindahkan investasinya ke tempat lain," ujarnya seperti dikutip Reuters.


Editor: Dani Hamdani  

Dani Hamdani
10-12-2015 10:46