Main Menu

Vladimir Putin Perintahkan Pasukan Rusia Hentikan Serangan di Suriah

Dani Hamdani
15-03-2016 12:31

Presiden Rusia Vladimir Putin (AFP/Pavel Golovkin/HR02)

Moskow, GATRANews - Setelah hampir lima bulan memerintahkan peluncuran operasi militer untuk mendukung sekutunya Presiden Suriah Bashar al-Assad, Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin, 14/03/16, memerintahkan angkatan bersenjatanya untuk mulai menarik diri dari Suriah.

 

Hal itu diungkapkan Putin setelah bertemu dengan menteri pertahanan dan menteri luar negerinya di Kremlin. Putin mengatakan bahwa pasukan militer Rusia di Suriah telah banyak mencapai tujuan mereka dan memerintahkan untuk intensifikasi upaya diplomatik Rusia demi menghasilan kesepakatan damai di Suriah.

 

Namun pemimpin Rusia itu mengisyaratkan bahwa Moskow akan mempertahankan kehadiran militernya tanpa menyebutkan tenggat waktu penarikan mundur pasukan. Pasukan militer Rusia, seperti dilaporkan Antara, masih akan tinggal di pelabuhan Tartous dan pangkalan udara Hmeymim di Provinsi Latakia, Suriah.

 

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Putin telah menelepon Assad untuk memberi tahu dia soal keputusan Rusia itu. Langkah ini diumumkan pada hari yang sama dengan digelarnya pembicaraan damai yang ditengahi PBB antara pihak-pihak berperang di Suriah yang berlangsung di Jenewa.

 

"Kerja efektif militer kami telah menciptakan kondisi untuk memulai proses perdamaian," kata Putin. "Saya yakin tugas yang diembankan oleh kementerian pertahanan Rusia, secara keseluruhan, mencapai sasaran."

 

Dia melanjutkan, "Bersama partisipasi militer Rusia, angkatan bersenjata Suriah dan pasukan patriot Suriah, mampu melakukan pembalikan fundamental dalam perang melawan terorisme internasional."

 

"Oleh karena itu saya memerintahkan menteri pertahanan, mulai besok, untuk menarik bagian utama kontingen militer kita dari Republik Arab," kata Putin seperti dikutip Reuters.


Editor: Dani Hamdani 

Dani Hamdani
15-03-2016 12:31