Main Menu

Kenapa Dubes Russia Untuk Turki Dibunuh

Rosyid
20-12-2016 07:09

Ankara, GATRANews - Duta Besar Russia  untuk Turki Andrey Karlov baru berpidato beberapa menit ketika letusan senjata memecah keheningan pameran foto yang disponsori kedutaan Russia di Ankara, Senin malam waktu setempat. Tembakan datang dari arah belakang Karlov. Duta besar berusia 62 tahun itu jatuh tergelak. Penyerang kemudian berjalan mendekatinya dan menembak sekali lagi dalam jarak dekat.


Pengujung pameran hanya bisa tertegun. Aksi penembak tidak berhenti di situ. Dia menghancurkan beberapa bingkai foto yang dipamerkan. Lalu dengan lantang pria berjas hitam rapi itu mengingatkan pengunjung akan situasi di Aleppo.

 

"Jangan lupa Aleppo, Jangan lupa Suriah," katanya seperti terekam dalam video media Turki.

 

"Siapapun yang mengambil bagian dari dalam kekejaman itu akan membayar harganya, satu demi satu... hanya kematian yang akan mengeluarkan saya dari sini," teriaknya sambil tetap menggemgam senjatanya di tangan kanan. Dia kemudian melanjutkan ucapannya dalam bahasa Arab.

 

"Kami adalah keturunan dari mereka yang mendukunga Nabi Muhamad, untuk Jihad."  Dia membiarkan pengungung yang terhenyak keluar dari ruang pameran.


Menurut stasiun televisi Turki NTV yang dikutip Al Jazeera,  sang penyerang  tewas dalam tembak-menembak dengan petugas keamanan. Setidaknya tiga orang terluka dan dibawa ke rumah sakit usai tembak-menembak itu. Nyawa dubes tidak bisa diselamatkan. Jurubicara kedutaan Russia, Maria zakharova mengumumkan kematian sang dubes lewat siaran langsung di televisi Turki.


Walikota Ankara, Melih Gokcek mengungkapkan  pembunuh itu adalah polisi berusia 22 tahun yang sedang tidak bertugas saat itu.  Walikota Gokcek mengatakan serangan itu dilakukan untuk mengganggu hubungan Rusia dan Turki yang mulai membaik paska insiden penembakan pesawat tempur Russia oleh Turki di perbatasan Suriah, November 2015.

 

Hubungan kedua negara mulai membaik setelah Turki meminta maaf. Kedua pemimpin sudah beberapa kali berkomunikasi. Keduanya juga sudah berbicara terkait tewasnya Karlov. Menurut Menteri Dalam Negeri Turki, Suleyman Soylu, polisi muda itu bernama Mevlut Mert Altintas.


Menurut Diego Cupolo, jurnalis foto yang ada di TKP, ada sekitar 100 orang petugas keamanan bersenjata  baik yang terbuka maupun tertutup saat penembakan terjadi. Pihak keamanan juga dilengkapi dengan kendaraan lapis baja. 

 

Serangan itu terjadi sehari setelah pertemuaan antara menlu dan menhan tiga negara Russia, Turki dan Iran di Moscow untuk membahas Suriah. Diskusi itu akan dilanjutanya Selasa meskipun ada insiden pembunuhan Karlov.


Karlov adalah diplomat karir. Perjalanan karirnya dimulai 1976. Sebelum ditempatkan di Turki, dia pernah menjabat Dubes Rusia Korea Utara (2001 - 2006) sebelum kemudian ditarik sebagai pejabat tinggi Departemen Luar Negeri Russia. Sejak 2013 di dikirim ke Turki sebagai Dubes.


Editor: Rosyid


Rosyid
20-12-2016 07:09