Main Menu

Bom ISIS Meledak di Pasar Kaum Syiah

Rosyid
03-01-2017 08:49

Sadr City, GATRANews - Alun-alun kota Sadr City sibuk sekali. Pedagang kakilima menjajakan sayur dan buah kepada warga kota yang  sibuk berbelanja.  Pasar di kota mayoritas Syiah itu juga menjadi tempat berkumpul para buruh yang ingin mencari kerja untuk hari itu, Senin (2/1).   


Disalah satu sisi jalan, beberapa buruh mengerumuni sebuah pickup dan sambil berharap pengemudinya menawarkan pekerjaan pada mereka. Tiba-tiba boom! suara ledakan keras terdengar. bersamaan dengan suara itu, tubuh para pekerja yang mengerubuti pickup itu berterbangan dan menimpa para kios pedagang sayur dan buah. Pasar yang damai itu berubah menjadi horor. Potongan tubuh berserakan digenangan darah. Orang-orang berteriak panik. Tubuh-tubuh bergeletakan. Setidaknya 39 orang tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka dalam serangan yang diyakini bom bunuh diri itu.

Menurut Perdana Menteri Haidar al Abadi seperti dilaporkan Al Jazeera, Selasa (3/1), penyerang sengaja memilih hari libur. Saat buruh berkerumun di pasar mencari kerja, barulah dia menekan detonator meledakkan bom dan dirinya sendiri. Tidak lama kemudian ISIS mengklaim bertangungjawab terhadap serangan itu.

Asaad Hasyim, pemilik toko ponsel di dekat TKP yang tangannya luka karena percikan bom menyalahkan petugas keamanan yang dianggap gagal melaksanakan tugasnya. "Pasukan keamanan paling tidak efektif didunia gagal melindungi kami," katanya. Ali Abbas, 40, ayah empat anak mmenimpali, "Jika keamanan tidak bisa melindungi kami, ijinkan kami melaksanakan tugas mereka."

Kemarahan warga Bagdad dipicu banyaknya serangan pada hari itu. lebih dari 20 orang lainnya tewas dan lebih dari 70 lainnya luka karena serangan disejumlah titik di ibukota Iraq.  Sementara pada hari Sabtu sebelumnya, 27 orang tewas

Serangan-serangan sporadis terjadi di berbagai kota di Irak. Senin, (2/1)Di Samarra, dua pria bersenjata dengan rompi penuh bom menyerang kantor polisi. Serangan itu menewarkan 7 polisi.  Serangan juga terjadi di barak militer di Baiji, 180 km sebelah utara Bagdad. Empat prajurit tewas dan 12 lainnya luka.

Angkatan bersenjata Iraq yang didukung AS sedang melakukan serangan besar-besaran untuk merebut kembali Mosul yang dikuasai ISIS. Ofensif sejak 17  Oktober 2016  berhasil menguasai seperempat kota dalam serangan darat terbesar sejak serangan AS menjatuhkan Presiden Saddam Hussein tahun 2004.



Editor: Rosyid 

Rosyid
03-01-2017 08:49