Main Menu

Iran dan China Jawab Ledekan Trump dengan Pamer Rudal Jarak Menengah

Dani Hamdani
07-02-2017 11:15

Jakarta, GATRANews - China dan Iran, dua negara yang dikelaskan sebagai musuh Amerika oleh Presiden Donald Trump, membalas ledekan  Trump dengan unjuk kemempuan rudal jarak menengah mereka pada latihan militer.

 

Trump memang langsung memberikan sinyal bermusuhan kepada China dengan menerima telepon dari Presiden Taiwan, menyatakan AS tak terikat dengan kebijakan "Satu China", dan menuduh China sengaja mendevaluasi Yuan untuk memukul produk-produk impor dari AS.

 

Setelah pidato Presiden Xi Jinping di Davos, China tidak banyak berkomentar soal ledekan Trump. Namun untuk menjawab sentilan Trump di Twitter atas manuver China di Laut China Selatan, mereka menjawab dengan unjuk kekuatan peluru kendali berkepala nuklir yang berjangkauan 600 mil.

 

Peluru kendali yang dirancang untuk memperluas kemampuan laut militer China ini bisa menyasar Taiwan, Korea dan Jepang, selain kapal-kapal yang bergerak di lautan. 

 

Peluru kendali DF-16 ini diluncurkan dari peluncur bergerak yang membuatnya sulit dihancurkan sebelum meluncurkan rudalnya. 

 

Iran menggelar latihan militer dan sekaligus pamer senjata barunya yang disebut para pemimpinnya akan memperkuat pertahanan negara itu.

 

Menteri Pertahanan Iran Brigjen Hossein Dehqan mempertontonkan senjata baru Iran, termasuk peluru kendali, peluncur granat dan pistol. Senjata-senjata ini akan meningkatkan kemampuan militer Iran dalam pertempuran individual dan pertahanan udara, kata Dehqan kepada Kantor Berita Tasnim seperti dilaporkan Antara.

 

Iran juga memperingatkan jika diserang maka peluru kendali-peluru kendalinya akan menghajar Armada Kelima AS yang berbasis di Bahrain, instalasi-instalasi militer AS di Samudera Hindia dan ibu kota Israel, Tel Aviv.

 

"Titik-titik ini ada dalam jangkauan tembak sistem peluru kendali Iran, dan semuanya akan rata dengan tanah jika musuh berbuat salah," kata Mojtaba Zonour, anggota Komisi Keamanan Nasional dan Luar Negeri Parlemen Iran.

 

"Dan hanya perlu tujuh menit bagi peluru kendali Iran untuk menghajar Tel Aviv," pungkasnya.


Editor: Dani Hamdani 

Dani Hamdani
07-02-2017 11:15