Main Menu

Usai Muhibah Raja Salman, Indonesia Berpeluang Garap Megaproyek di Madinah

Anthony Djafar
22-03-2017 18:58

Madinah, GATRAnews – Usai kunjungan Raja Salman ke Indonesia, perwakilan RI di Arab Saudi makin progresif menindaklanjuti kesepakatan 11 kerja sama yang pernah, ditandatangani antara pemerintah Indonesia dengan Arab Saudi. Kerja sama misalnya di bidang ekonomi, perdagangan, pariwisata, dan investasi ditindaklanjuti secara intensif termasuk dengan Provinsi Madinah.

 

Konsulat Jenderal RI (KJRI) dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di Jeddah, Arab Saudi, telah melakukan pembicaraan dengan otoritas pemerintah Madinah yaitu Sekretaris Jenderal Madinah Almunawaroh Development Authority (MDA) Ibrahim Bin M. Al-Khaleel.

 

"Sekjen MDA menyambut baik peluang kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, pariwisata, dan investasi dengan Indonesia pasca kunjungan Raja Salman ke Indonesia beberapa waktu lalu," kata  M. Hery Saripudin, Konsul Jenderal RI Jeddah dalam keterangan tertulis yang diterima GATRAnews melalui Biro Humas Kementerian Perdagangan Rabu Petang, (22/3).

 

Menurut Hery, Indonesia mempunyai potensi sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan profesional untuk mengerjakan berbagai proyek infrastruktur seperti di bidang transportasi, konstruksi, hospitality, perumahan dan perhotelan, serta proyek strategis lainnya.

 

"RI diberi peluang untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek pembangunan di Madinah termasuk mega proyek pembangunan jalur kereta api bawah tanah,” kata Hery.

 

Menurutnya, pembangunan jalur kereta dalam kota ini bakal menghubungkan jalur kereta cepat Al-Haramain dari Bandara Internasional Madinah-Haramain (Masjid Nabawi)-Masjid Quba.

 

Jalur kereta ini mayoritas dibangun di bawah tanah dan sebagian kecil muncul di permukaan tanah agar memudahkan dan menjamin kelancaran transportasi jamaah haji dan umroh melaksanakan ibadah dan ziarah di Madinah.

 

Kepala ITPC Jeddah Gunawan menambahkan mega proyek ini masih dalam tahap studi kelayakan, perencanaan, dan desain yang dikerjakan konsorsium perusahaan terbesar Korea Selatan yaitu Hyundai, LG, dan Samsung, dengan dana investasi sebesar USD 4 miliar.

 

Selain itu, Pemerintah Madinah juga sedang mengembangkan perumahan untuk jamaah haji dan umrah sebesar USD 6 miliar yang dikerjakan berdasarkan skema pembiayaan public private partnership.

 

“Peluang ini merupakan momentum bagi Indonesia untuk berpartisipasi dalam proyek perkeretaapian di Arab Saudi. Indonesia mempunyai industri perkeretaapian (PT. INKA Madiun) yang bergerak di bidang konstruksi rel kereta, gerbong kereta api penumpang dan barang, serta suku cadang yang sudah menembus pasar internasional,” kata Gunawan.

 

Nah, selain PT. INKA Madiun, Indonesia juga memiliki PT. Kereta Api Indonesia (PT. KAI) yang juga mempunyai kemampuan di bidang jasa pemeliharaan dan perawatan perkeretaapian. Sistem perkeretaapian Indonesia juga didukung industri sinyal dan telekomunikasi yang andal yang dikerjakan PT. LEN Industri Bandung.

 

“Sekjen MDA Ibrahim juga menyambut baik potensi kerja sama di bidang pengiriman tenaga profesional di bidang perhotelan dan hospitality,” kata Gunawan.

 

Selain di bidang transportasi, Indonesia juga mempunyai pengalaman mengembangkan infrastruktur di negara anggota ASEAN, yaitu di Vietnam melalui grup Ciputra. Indonesia sangat berpengalaman mengerjakan proyek sarana dan prasarana di Vietnam melalui Ciputra Hanoi International City (CHIC). CHIC adalah proyek terbesar perusahaan real estate di Vietnam yang dimulai sejak 2007.

 

Proyek tersebut dikembangkan Citra Westlake City Development Co., Ltd., sebuah perusahaan joint venture Ciputra Group (70%) dan Urban Development and Infrastructure Investment Cooperation. CHIC mengerjakan proyek di kawasan kelas atas di Hanoi yaitu di Distrik Tay Ho.

 

Menurut rencana, CHIC akan membangun sekitar 50 menara, 2.500 vila, kompleks perkantoran, pusat perdagangan dan perbelanjaan, Ciputra Mall, rumah sakit, sekolah, tempat rekreasi, dan pusat kesehatan.

 

Gunawan menyampaikan bahwa pada April 2017 mendatang KJRI Jeddah akan berpartisipasi dalam pameran Saudi Food Hotel and Hospitality (SFHH) 2017.

 

“Kesempatan ini tentunya harus dimanfaatkan pengusaha Indonesia menangkap potensi peningkatan kerja sama perdagangan, investasi, dan pariwisata yang difasilitasi KJRI Jeddah dengan pihak MDA melalui kegiatan forum bisnis dan forum investasi,” kata Gunawan.

 

MDA berjanji akan menghubungkan KJRI Jeddah dengan instansi-instansi di Arab Saudi seperti Kementerian Perdagangan dan Investasi, Kementerian Transportasi, Kementerian Pendidikan, Saudi Arabia General Investment Authority (SAGIA), dan lembaga terkait lainnya. Hal ini dilakukan agar KJRI Jeddah dapat memfasilitasi perusahaan dan pengusaha Indonesia untuk meningkatkan transaksi perdagangan, pariwisata, dan investasi di Arab Saudi.


Reporter: Anthony Djafar

Editor: Dani Hamdani 

Anthony Djafar
22-03-2017 18:58