Main Menu

Reaksi Iran dan Israel Terhadap Serangan Misil Suriah

Rosyid
07-04-2017 14:55

Rudal Tomahawk diluncurkan dari pesawat perang Amerika Serikat (Dok US NAVY/AFP)Washington, GATRANews - Pasca serangan hampir 60 rudal Tomahawk Amerika Serikat  ke pangkalan militer Suriah, sejumlah negara langsung merespon. Serangan pertama yang dilakukan Amerika Serikat kepada Suriah sejak enam tahun konflik disebut sebagai balasan terhadap serangan kimia di propinsi Idlib. 

 

Menurut Amerika serangan itu berhasil merusak dan menghancurkan pangkalan udara dan infrastruktur pendukung  pangkalan militer itu.  Donald Trump yang memerintahkan serangan terhadap Shayrat di propinsi Homs itu. 

 

Saudi Arabia menyatakan 'mendukung sepenuhnya' serangan itu dan menyebutnya sebagian serangan yang berani. Menurut SPA, kantor berita Saudi Arabia,  Presiden Bashar Assad bertanggungjawab terhadap kematian puluhan sipil di Khan Sheikhoun. 

 

Baca Juga:

Amerika Luncurkan 59 Rudal ke Suriah Pasca Serangan Bom Kimia

Kerajaan Arab Saudi Puji Trump Gempur Suriah

Pro Kontra Trump Rudal Suriah: Rusia Marah tapi Turki Puji

 

Sebaliknya, Iran yang merupakan sekutu Damaskus mengutuk serangan misil itu. "Iran sangat mengutuk  serangan unilateral... yang akan memperkuat teroris di Suriah... dan memperumit situasi di Suriah dan kawasan," demikian laporan kantor berita Iran ISNA mengutip jurubicara Menteri Luar Negeri Iran Bahram Qasemi yang dikutip Al Jazeera, Jumat (7/4). 

 

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga mendukung pesan yang "kuat dan jelas" dari Amerika Serikat.  "Trump mengirim pesan yang jelas  hari ini bahwa penggunaan dan penyebaran senjata kimia tidak akan ditoleransi,"demikian pernyataan resmi  Netanyahu.

 

Pernyataan dukungan serupa juga muncul darii Inggris dan Australia, sekutu dekat Amerika Serikat.  Sementara Bolivia meminta Dewan Keamanan PBB untuk mengadakan konsultasi tertutup membahas serangan terahdap Suriah tersebut.


Editor: Rosyid

Rosyid
07-04-2017 14:55