Main Menu

Yaman Darurat Kolera

Rosyid
16-05-2017 22:48

Anak terjangkit wabah Kolera di Yaman (AFP/Mohammed Huwais/HR02)

Sanaa, GATRAnews - Ibukita Yaman, Sanaa menjadi daerah terparah yang dijangkiti oleh wabah Kolera, diikuti oleh provinsi Amanat al-Semah. Kasus serupa dilaporkan pula di kota besar lain, seperti Hodeidah, Taiz dan Aden, demikian laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). 

 

Data yang dikumpulkan lembaga itu, Kolera telah menewaskan 51 orang sejak 27 April dan 2.752 orang diduga terjangkit.  Kondisi dikhawatirkan akan semakin parah karena ada 7,6 juta orang tinggal di daerah dengan risiko tinggi penularan kolera.

Sekitar 17 juta dari 26 juta orang di Yaman kurang mendapat makanan memadai dan setidak-tidaknya tiga juta anak-anak kekurangan gizi masuk kategori "bahaya berat", demikian dilaporkan Reuters dan Antara, Selasa (16/5) mengutip WHO.

Awal pekan ini pejabat kesehatan di Sanaa, yang dikuasai gerakan bersenjata Houthi,  menyatakan negaranya dalam keadaan darurat akibat wabah kolera yang menewaskan ratusan orang.

Perang saudara dalam dua tahun terakhir menghancurkan infrastruktur kesehatan. Wabah yang datang tidak bisa diatas. Pranata kesehatan sangat parah, menurun akibat perang lebih dari dua tahun, yang juga mengakibatkan jutaan orang mengungsi, dan hal itu tidak dapat diatasi negara paling miskin di kawasan Teluk.

Karena itu, Kementerian Kesehatan Yaman meminta badan kemanusiaan dan pemberi bantuan ikut mengatasi wabah tersebut dan mencegah bencana belum pernah terjadi di kawasan tersebut.

Pemberontak Houthi, yang bersekutu dengan Iran, melawan kekuatan gabungan pimpinan Arab Saudi, yang didukung Barat.

Lebih dari 10.000 orang tewas, dan sebagian besar penduduk hampir setiap hari mengalami serangan udara, sejak pertempuran tersebut dimulai.

Hanya beberapa layanan medis yang masih berfungsi dan dua pertiga penduduknya tidak memiliki akses terhadap air minum yang aman.


Editor: Rosyid

Rosyid
16-05-2017 22:48